Desa Menamang di Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, kini menjadi sorotan berkat keberhasilan perkebunan semangka yang dikelola oleh Guntur, anggota DPRD Kalimantan Timur. Dengan luas lahan mencapai 90 hektar, perkebunan ini berhasil memanen hampir 400 ton semangka pada musim terakhir, menciptakan peluang besar bagi sektor pertanian lokal.
Semangka dari Menamang terkenal karena rasanya yang manis dan bobotnya yang bervariasi antara 4 hingga 17 kilogram per buah. Produk ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal Kalimantan Timur, tetapi juga telah merambah pasar luar daerah, seperti Semarang dan beberapa wilayah di Pulau Jawa serta Sulawesi. Hingga kini, sembilan truk semangka telah dikirim ke Jawa, sementara semangka berukuran kecil dipasarkan di Sulawesi.
“Kami ingin memperluas lahan hingga 300 hektar agar Desa Menamang benar-benar menjadi ikon pertanian di Muara Kaman dan Kutai Kartanegara. Ini akan menjadi kebanggaan daerah,” ujar Guntur pada Selasa (19/11/2024).
Meski mulai menembus pasar luar, Guntur menekankan pentingnya prioritas pada pemenuhan kebutuhan pangan lokal. Hal ini, menurutnya, krusial untuk menjaga ketahanan pangan Kalimantan Timur, khususnya dalam mendukung pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Kita tidak boleh bergantung pada pasokan dari luar. Ketahanan pangan lokal harus menjadi fokus utama. Menamang menunjukkan bahwa kita bisa mandiri dengan mengoptimalkan potensi daerah,” tegas Guntur.
Keberhasilan perkebunan semangka ini sekaligus membuktikan bahwa lahan di daerah tersebut mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi, meski sempat diragukan sebelumnya. Guntur berharap kesuksesan ini dapat memotivasi petani lain untuk terus berinovasi dan mengembangkan sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi daerah.
“Semangka Menamang hanyalah permulaan. Kami ingin sektor pertanian di Kutai Kartanegara semakin berkembang dan mampu bersaing secara nasional,” imbuhnya.
Dengan pendekatan yang konsisten, Desa Menamang tidak hanya menjadi simbol keberhasilan lokal, tetapi juga membuka jalan bagi Kalimantan Timur untuk berkontribusi lebih besar dalam rantai pasokan pangan nasional. Ke depan, potensi ini diyakini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat. (ADV)













