Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, menegaskan bahwa perbaikan drainase di kawasan Sempaja Timur menjadi prioritas utamanya dalam reses kali ini. Banjir yang kerap melanda wilayah tersebut, terutama di sekitar Jalan Padat Karya dan RT 53, dinilai sangat mengganggu kehidupan masyarakat setempat.
“Drainase adalah bagian penting dari tata ruang yang baik. Jika tidak diperbaiki, genangan air dan banjir akan terus terjadi,” ujar Sapto, politisi Partai Golkar, pada Rabu (20/11/2024).
Sapto mengungkapkan telah berdiskusi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Samarinda untuk mengevaluasi ketersediaan anggaran perbaikan drainase, khususnya di jalur yang mengarah ke Sungai Karang Mumus. Sayangnya, menurut Sapto, anggaran baru bisa dialokasikan pada 2026, karena prioritas pengeluaran di tahun 2025 telah ditetapkan.
Sapto juga mendorong kolaborasi antara Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim untuk mengatasi persoalan ini. Ia berharap perencanaan perbaikan drainase dapat masuk dalam agenda Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan.
“Kuncinya adalah sinergi antara pemerintah kota dan provinsi. Dengan koordinasi yang baik, saya yakin masalah banjir ini dapat diselesaikan,” tambahnya.
Melalui usulan yang kuat, Sapto berjanji akan berupaya mengamankan anggaran provinsi guna mempercepat perbaikan drainase di Sempaja Timur. Ia berharap langkah ini dapat memberikan solusi konkret bagi masyarakat yang terdampak. (ADV)













