Samarinda– Pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-357 Kota Samarinda, Rabu (22/1/2025), Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Fuad Fakhruddin, mengungkapkan harapan besar untuk masa depan kota Samarinda. Dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Lantai 2 DPRD Kota Samarinda, Fuad menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan dengan fokus pada penanganan banjir dan penguatan daya saing sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kita optimis Samarinda akan terus mengejar pembangunan. Yang terpenting adalah perhatian terhadap beberapa titik banjir yang harus segera diselesaikan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujar Fuad di sela-sela rapat.
Fokus pada Infrastruktur untuk Atasi Banjir
Banjir yang kerap melanda Samarinda menjadi perhatian utama dalam pembangunan kota. Fuad menilai, tanpa penyelesaian permasalahan ini, upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat akan terhambat. Beberapa proyek infrastruktur yang sudah direncanakan, seperti saluran drainase baru dan kawasan tanggul terpadu, diharapkan segera terealisasi dalam waktu dekat.
“Samarinda harus memiliki sistem infrastruktur yang tangguh untuk menghadapi perubahan iklim dan curah hujan tinggi,” tambahnya.
Peluang Besar sebagai Penyangga IKN
Sebagai salah satu kota penyangga IKN, Samarinda memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Fuad menyebutkan bahwa kota ini harus siap menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan lokal maupun internasional. “Dengan statusnya yang strategis, Samarinda memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kota modern yang tetap mempertahankan nilai-nilai lokalnya,” katanya.
Tema “Samarinda Maju untuk Kota Peradaban” yang diusung dalam perayaan ini menjadi simbol komitmen pemerintah dan masyarakat untuk membawa Samarinda menjadi kota yang lebih ramah, berbudaya, dan berdaya saing.
Sinergi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Fuad mengajak semua elemen masyarakat untuk bersinergi mewujudkan visi Samarinda sebagai kota peradaban. “Ini adalah tugas bersama. Kita membutuhkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.
Dalam beberapa tahun ke depan, Samarinda diharapkan tidak hanya menjadi penyangga IKN, tetapi juga pusat inovasi dan pengembangan ekonomi berbasis budaya serta teknologi.
Di usia ke-357, Samarinda menghadapi tantangan sekaligus peluang besar untuk berkembang. Dengan fokus pada penyelesaian masalah banjir dan optimalisasi potensi sebagai penyangga IKN, Samarinda berpeluang menjadi kota modern yang tetap mempertahankan identitas budaya lokalnya. Harapan besar yang disampaikan dalam HUT kali ini menjadi pijakan kuat untuk mewujudkan visi kota peradaban.
“Ke depan, Samarinda bukan hanya kota administratif, tetapi juga simbol kemajuan yang berakar pada kekayaan lokal dan semangat inovasi,” tutup Fuad. (Mujahid)













