Semarang— Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Seminar Provinsi di Art Center Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang sebagai bagian dari upaya mengusulkan RM Margono Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemensos RI, Radik Karsadiguna, dan Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Syakur M.Si., mewakili Gubernur Jawa Tengah, Kepala BNI Regional Yogyakarta Aryanto Suwondo Geni, Wakil Rektor IV Undip, Prof. Wijayanto, S.I.P., M.Si., Ph.D., Dekan FIB Undip, Prof. Alamsyah, Kordinator Profesor Insan Cita Sujana Saeman, Wadek 1 dan Wadek 2 FIB Undip Prof. Farmacelia Nurhadi, SS, M.Hum, MA, Ph.D dan Dr. Siti Maziah, M.Hum, Ketua SMSI Jawa Tengah, KRA. Samsul Arifin, Hadir juga sejumlah guru besar diantaranya Prof. Suradi Wijaya, Mas Sam Rahman, Dr. Sartono, Dr. Abdul Kohar, Mudzakir, perwakilan organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia, Perwakilan Kraton Kesunan Surakarta Hadininggrat dan PW Ansor Jawa Tengah.
Ketua SMSI Jawa Tengah, KRA Samsul Arifin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Undip dan BNI atas dukungannya dalam memfasilitasi seminar ini. “Kami berkumpul di sini sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan RM Margono yang telah berkontribusi besar dalam sektor ekonomi Indonesia. Dukungan dari seluruh pihak akan memperkuat proses pengusulan beliau sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Samsul Arifin.
Kepala Regional BNI Yogyakarta dan Jawa Tengah, Aryanto Suwondo Geni, menegaskan bahwa RM Margono Djojohadikusumo adalah sosok yang berjasa dalam mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI) pada 1946. “Sebagai bank pertama yang lahir setelah kemerdekaan, BNI menjadi simbol kedaulatan ekonomi bangsa. Jejak perjuangan RM Margono layak diabadikan dalam sejarah nasional,” tutur Aryanto.
Selain itu, Aryanto juga menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya SMSI dalam memperjuangkan pengakuan RM Margono sebagai Pahlawan Nasional.
“Seminar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran publik akan jasa-jasa beliau,” tambahnya.
Menurut Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Syakur, pengusulan calon Pahlawan Nasional memerlukan pengumpulan berkas administrasi dan rekomendasi dari berbagai pihak sebelum diajukan ke Kementerian Sosial. “Batas waktu pengajuan berkas adalah 11 April 2025. Kami berharap SMSI segera melengkapi dokumen yang diperlukan untuk mempercepat proses ini,” jelas Imam.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemensos RI, Radik Karsadiguna, menekankan bahwa pengakuan sebagai Pahlawan Nasional bukan hanya soal nama, tetapi juga penghormatan atas kontribusi nyata bagi bangsa.
“RM Margono tidak hanya membangun fondasi ekonomi, tetapi juga menjadi simbol perjuangan dalam menjaga kedaulatan Indonesia,” tegas Radik.
Wakil Rektor IV Undip, Prof. Wijayanto, turut menyampaikan pandangannya bahwa peran akademisi dalam menjaga memori kolektif bangsa sangatlah penting.
“Sejarah adalah cermin masa depan. Dengan menghormati tokoh seperti RM Margono, kita menanamkan nilai perjuangan kepada generasi penerus,” ujar Prof. Wijayanto.
Dengan antusiasme yang tinggi dari berbagai kalangan, proses pengusulan RM Margono sebagai Pahlawan Nasional diharapkan dapat berjalan lancar. Seminar ini menjadi langkah konkret dalam memperjuangkan pengakuan atas jasa-jasa beliau, sekaligus menginspirasi semangat kebangsaan yang lebih kuat di tengah masyarakat.













