Opini – Kutai Kartanegara (Kukar) adalah kabupaten yang sarat sejarah, budaya, kaya sumber daya alam, dan memiliki letak geografis yang strategis. Namun semua potensi itu tidak akan bermakna tanpa kepemimpinan yang mampu mengelola secara visioner, adil, dan berkelanjutan. Selama beberapa tahun terakhir, kita mengenal Kukar Idaman—sebuah konsep pembangunan yang diusung oleh Edi Damansyah, yang menjadi fondasi penting bagi masa depan daerah ini. Kini, saat Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilbup Kukar digelar, masyarakat dihadapkan pada pilihan penting: apakah akan melanjutkan pembangunan yang sudah dirintis, atau kembali ke titik nol?
Dalam pandangan saya, Aulia Rahman dan Rendi Solihin adalah pasangan yang paling relevan dan tepat untuk tidak hanya melanjutkan, tetapi juga menyempurnakan cita-cita Kukar Idaman. Mereka adalah wujud semangat pembaruan, tapi tidak mengabaikan kerja keras pemimpin sebelumnya. Mereka tidak datang untuk membongkar apa yang sudah dibangun, melainkan untuk memastikan fondasi yang sudah ada dapat berdiri kokoh, diperkuat, dan ditingkatkan.
Kukar Idaman: Visi Besar yang Perlu Diteruskan
Program Kukar Idaman (Inovatif, Berdaya Saing, dan Mandiri) yang digagas oleh Edi Damansyah mencerminkan komitmen jangka panjang terhadap pembangunan yang berkelanjutan. Dalam berbagai bidang, Kukar Idaman telah membawa hasil.
Sebagaimana diketahui pada tahun 2024 tingkat kepuasan masyarakat terhadap program kukar idaman mencapai 76,79 persen. Hal tersebut menunjukkan respons positif dari warga Kukar. Dimana program Kukar Idaman sendiri dibagi menjadi 23 program strategis yang mencakup berbagai bidang meliputi infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Beberapa program unggulan yang mendapat perhatian khusus antara lain pembangunan jalan desa, revitalisasi rumah ibadah, peningkatan fasilitas kesehatan, serta pelatihan dan bantuan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Namun sebagaimana visi pembangunan jangka panjang, Kukar Idaman bukan sesuatu yang selesai dalam satu periode. Ia butuh keberlanjutan politik, keseriusan eksekusi, dan inovasi kebijakan. Dan di sinilah Aulia Rahman dan Rendi Solihan menemukan titik pijak mereka.
Aulia-Rendi: Lanjutkan Program, Sempurnakan Dampaknya
Aulia Rahman dan Rendi Solihin bukan figur yang sekadar mencari momentum politik. Mereka hadir dengan pemahaman yang matang tentang arah pembangunan Kukar. Mereka menyadari bahwa Kukar Idaman telah membentuk kerangka kerja yang kuat, tapi belum semua masyarakat merasakan manfaatnya secara merata.
Dengan kata lain, Aulia-Rendi bukan menawarkan program baru yang sepenuhnya asing, melainkan pendekatan yang lebih mendalam, adaptif, dan berorientasi pada penyempurnaan program yang sudah ada.
Pemimpin Muda yang Paham Akar dan Masa Depan Kukar
Keunggulan pasangan Aulia-Rendi tidak hanya pada platform program, tetapi juga pada karakter dan pendekatan mereka. Di tengah kejenuhan masyarakat terhadap elite yang sering kali terjebak dalam politik transaksional, kehadiran Aulia-Rendi menyegarkan. Mereka mewakili generasi baru: berpikir strategis, komunikatif, dan terbuka terhadap kolaborasi.
Mereka berdua tidak asing dengan dinamika Kukar. Aulia Rahman, dengan latar belakang dan pengalamannya di bidang kesehatan hingga bisnis. Sementara Rendi Solihin mantan wakil bupati kukar 2021-2024 yang juga berkontribusi sebagai suksesi Edi Damansyah menjalankan kepemimpinannya sebagai bupati Kukar dikenal sebagai figur muda yang dekat dengan komunitas pemuda, dan pelaku UMKM .
Pertanyaannya apakah kita ingin melanjutkan pembangunan? Ya. Tapi apakah pembangunan itu harus stagnan tanpa evaluasi? Tentu tidak. Kita butuh keberlanjutan yang kreatif dan progresif. Itulah yang ditawarkan Aulia Rahman dan Rendi Solihin.
Mereka bukan antitesis dari Kukar Idaman—mereka adalah keberlanjutan dari program kukar idaman itu sendiri. Mereka adalah generasi baru yang menghormati kerja keras dari pemimpin terdahulu.
Saatnya Kukar Bergerak Lebih Maju
Dalam semangat itulah, saya mengajak seluruh masyarakat Kukar untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak dalam PSU Pilbup Kukar. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini untuk menghadirkan kepemimpinan yang mampu melanjutkan dengan perbaikan, bukan sekadar mengulang dengan kebiasaan lama. Pilih Aulia Rahman dan Rendi Solihin. Kukar butuh kesinambungan, bukan kemacetan. Kukar butuh perubahan, bukan pengulangan.













