Samarinda – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menyoroti kondisi infrastruktur yang masih menjadi kendala utama di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Ia menegaskan pentingnya percepatan pembangunan yang merata untuk wilayah ini agar tidak semakin tertinggal dibandingkan daerah lain di provinsi tersebut.
Hasanuddin menyatakan bahwa keterbatasan akses jalan, kurangnya fasilitas pendidikan, layanan kesehatan yang sulit dijangkau, serta konektivitas yang belum memadai menjadi persoalan mendasar yang harus segera ditangani.
Mahakam Ulu, sebagai kabupaten termuda di Kaltim yang berbatasan langsung dengan Malaysia, memiliki potensi strategis yang belum tergarap secara optimal.
“Wilayah perbatasan seperti Mahakam Ulu memerlukan perhatian khusus agar pembangunan tidak hanya terpusat di daerah perkotaan dan pesisir. Infrastruktur dasar seperti jalan dan komunikasi harus jadi prioritas agar masyarakat di sana dapat menikmati pelayanan yang layak,” ujarnya, Selasa (17/6/2025),
Hasanuddin juga mengingatkan bahwa sebagai wakil rakyat, DPRD memiliki tanggung jawab untuk mengawal pemerataan pembangunan demi menghindari kesenjangan yang semakin melebar.
Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat dari daerah-daerah terisolasi harus didengar dan diperjuangkan di berbagai forum legislatif.
“Kita harus pastikan semua wilayah di Kaltim mendapat porsi pembangunan yang adil. Jangan sampai daerah seperti Mahulu tertinggal karena kurangnya perhatian,” tegas Hasanuddin.
Selain itu, ia berharap dialog terbuka antara masyarakat dengan perwakilan pemerintah dapat dijadikan agenda rutin untuk menjaga komunikasi yang efektif dan memastikan setiap keluhan dapat direspons dengan tepat.
“Sinergi antar pemerintah daerah dan elemen masyarakat sangat diperlukan agar pembangunan dapat berjalan seimbang dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil,” tutup Hasanuddin. (ADV/DPRD KALTIM)
Penulis NA













