Samarinda – Masuknya Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai episentrum pembangunan nasional membawa dampak besar bagi Kalimantan Timur. Namun, arus transformasi ini tak hanya soal infrastruktur dan investasi, melainkan juga menyangkut kesiapan sumber daya manusia lokal khususnya generasi muda.
Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Abdul Giaz, menegaskan bahwa tantangan terbesar ke depan bukan lagi soal pembangunan fisik, melainkan bagaimana generasi muda Kaltim mampu bersaing dan tidak tertinggal di tengah gelombang pendatang dan perubahan yang masif.
“Kalau pemuda lokal tidak siap, mereka bisa jadi penonton di tanah sendiri,” ujarnya, Rabu (18/6/2025).
Ia menekankan bahwa persaingan akan semakin terbuka seiring masuknya tenaga kerja dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. Dalam situasi itu, kualitas SDM lokal harus mampu menjawab tantangan zaman.
Giaz menilai bahwa kesiapan menghadapi era IKN tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi harus ditopang oleh kompetensi pendidikan dan karakter kuat.
Ia mendorong agar program-program pendidikan yang sudah dicanangkan, seperti kuliah gratis di politeknik negeri, benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh pemuda Kaltim.
“Peluang sudah disiapkan, tinggal bagaimana generasi muda mau memanfaatkan dengan serius. Jangan disia-siakan,” tegasnya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa intelektualitas tanpa kedewasaan sikap akan menjadi rapuh.
Ia juga menyoroti maraknya perilaku menyimpang seperti penyalahgunaan narkoba, kecanduan judi online, hingga gaya hidup konsumtif yang menurutnya bisa menjadi ancaman laten bagi masa depan anak muda.
“Percuma pintar kalau karakternya lemah. Hindari hal-hal negatif. Pemuda Kaltim harus bersih, kuat, dan siap berkompetisi,” ucapnya.
Dengan perubahan besar yang sedang berlangsung, Abdul Giaz berharap pemuda di Kalimantan Timur tidak hanya menjadi saksi, tetapi pelaku utama dalam pembangunan.
Kedepannya, mereka harus tampil sebagai generasi yang adaptif, produktif, dan mampu mengambil peran strategis di tengah arus besar transformasi wilayah. (ADV/DPRD KALTIM)
Penulis NA













