Samarinda – Dalam upaya mengangkat potensi pariwisata Samarinda, pendekatan digital mulai menjadi strategi utama. Abdul Giaz, anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, menilai bahwa media sosial merupakan sarana efektif untuk memperkenalkan pesona kota ini kepada khalayak luas, khususnya para wisatawan muda dan internasional.
Giaz menyoroti bahwa kekayaan budaya serta keindahan alam Samarinda selama ini kurang mendapat perhatian optimal di dunia digital. Padahal, eksposur melalui platform seperti Instagram dan TikTok bisa menjadi pintu utama untuk menarik minat pengunjung.
“Banyak potensi yang kita miliki, tapi belum tampil secara maksimal di media digital,” katanya, Rabu (18/6/2025).
Menurutnya, konten kreatif yang menampilkan berbagai keunikan, mulai dari kuliner khas hingga destinasi alam seperti kawasan sungai dan taman kota, bisa menjadi daya tarik yang kuat. Media sosial, kata Giaz, ibarat etalase yang menampilkan wajah kota kepada dunia.
“Penampilan kita di dunia maya akan membentuk persepsi wisatawan. Jika ingin dikenal, kita harus mulai dari sana,” ujarnya.
Salah satu potensi utama yang ia soroti adalah Sungai Mahakam. Giaz mengajak semua pihak untuk melihat sungai ini bukan sekadar sebagai jalur transportasi, melainkan sebagai destinasi wisata air yang menarik.
“Tidak perlu menunggu semua sempurna, yang penting kita mulai memperkenalkan dulu. Jika Balikpapan punya laut, Samarinda punya Mahakam. Ini harus menjadi keunggulan kita,” tuturnya.
Selain itu, Giaz mengingatkan bahwa kesadaran masyarakat untuk mengeksplorasi destinasi lokal masih rendah. Banyak orang yang memilih berlibur ke luar negeri, padahal di Kalimantan Timur terdapat banyak tempat indah, seperti kawasan di Berau, yang menyimpan pesona kelas dunia namun minim promosi.
Meski infrastruktur masih menjadi kendala di beberapa titik, Giaz percaya bahwa promosi digital dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk membuka peluang pengembangan pariwisata. Dengan meningkatnya perhatian dan kunjungan, otomatis akan tumbuh pula ekonomi lokal.
“Promosi digital bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi penting bagi pertumbuhan sektor pariwisata,” pungkas Abdul Giaz. (ADV/DPRD KALTIM)
Penulis NA













