TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus menggencarkan upaya penataan sistem drainase di kawasan ibukota daerah, Tenggarong. Sepanjang tahun 2025, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) tengah melaksanakan serangkaian pekerjaan infrastruktur drainase di sejumlah titik strategis.
Sebanyak 10 proyek drainase sedang dalam proses pengerjaan, dengan sebagian di antaranya merupakan kelanjutan dari program tahun 2024 lalu yang direncanakan tuntas tahun ini.
Seluruh pekerjaan tersebut, dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2025.
Kepala Bidang SDA Dinas PU Kukar, Awang Agus Syahbandi, mengatakan bahwa kegiatan pembangunan saat ini, difokuskan pada titik-titik rawan genangan dan wilayah dengan kepadatan aktivitas masyarakat.
“Kita utamakan pengerjaan di bagian muara saluran dulu. Jadi saluran pembuangnya Kita tangani lebih dahulu, baru kemudian mengarah ke jaringan drainase internal,” jelas Awang saat dikonfirmasi media, Jumat (23/5/2025).
Beberapa proyek yang kini dalam tahap pelaksanaan antara lain:
Drainase Kelurahan Loa Ipuh dengan pagu anggaran sebesar Rp17,5 miliar
Kanal Banjir di sekitar Taman Kota Raja (TKR) senilai Rp8,5 miliar
Lanjutan Drainase Jalan Mawar sebesar Rp14,6 miliar
Drainase Jalan Maduningrat Rp6,6 miliar
Drainase Rapak Mahang Rp3,6 miliar
Drainase Lingkungan Perumahan Arwana Rp2,7 miliar
Menurut Awang, sejumlah titik dikerjakan untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini mengganggu aktivitas warga.
Salah satunya berada di kawasan Rapak Mahang, khususnya di lingkungan RT 13 Kelurahan Timbau, yang sering tergenang saat musim hujan.
“Kami akan sambungkan saluran dari wilayah itu ke Jalan Udang, agar aliran airnya lebih lancar dan tidak menumpuk,” jelasnya.
Di sisi lain, pengerjaan Saluran Drainase Jalan Jelawat yang menelan anggaran Rp9,9 miliar diarahkan untuk mengurangi beban air di Jalan Pesut, yang selama ini menjadi langganan banjir.
Aliran dari kawasan itu cenderung tertahan di Jalan Putri Kencana, karena adanya penyempitan saluran.
Namun demikian, Awang menjelaskan bahwa kawasan Putri Kencana tidak termasuk dalam wewenang Dinas PU Kukar, karena masuk dalam kategori sungai yang merupakan tanggung jawab Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda, di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Kita tetap berkoordinasi dengan pihak BWS, karena dampaknya bersinggungan langsung dengan wilayah kerja Kami,” imbuhnya.
Proyek lainnya yang juga tengah dikerjakan meliputi:
Drainase Jalan Belida dengan pagu Rp1,8 miliar
Drainase Gunung Belah Rp2,6 miliar
Lanjutan Drainase Jalan Pesut Rp1,2 miliar
Awang menyebut, seluruh pekerjaan masih dalam kerangka pagu anggaran awal dan belum memasuki tahap pencairan atau penghitungan nilai kontrak final.
Namun demikian, perencanaan yang matang diharapkan mampu membawa perubahan besar bagi wajah kota.
“Target utama Kita adalah menjadikan Tenggarong sebagai kota yang bersih, bebas genangan, dan nyaman bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari,” tegasnya.
Dinas PU Kukar menegaskan bahwa pembangunan drainase bukan semata proyek infrastruktur, tetapi bagian dari upaya mewujudkan tata kota yang fungsional, estetis, dan berkelanjutan. (Adv-DPU Kukar)














