SANGATTA – Rencana pembangunan gudang Perum Bulog di Kecamatan Sangatta Utara mendapat dukungan penuh DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Melalui Rapat Paripurna XIX, legislatif menyetujui pemindahtanganan aset daerah berupa lahan seluas 3 hektare kepada Bulog.
Persetujuan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan Pemerintah Kabupaten Kutim sekaligus bagian dari program strategis nasional pembangunan 100 infrastruktur pascapanen di berbagai daerah di Indonesia.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut pembangunan gudang penyimpanan akan memberikan perlindungan bagi petani dari gejolak harga ketika musim panen berlangsung. Selama ini, harga komoditas pertanian kerap turun akibat melimpahnya hasil produksi tanpa didukung kapasitas penyimpanan yang memadai.
“Gudang ini diharapkan mampu memberikan perlindungan kepada petani sekaligus memperkuat sistem ketahanan pangan daerah,” ujar Ardiansyah.
Ia menjelaskan, Pemkab Kutim hanya menyediakan lahan, sedangkan seluruh pembiayaan pembangunan fisik hingga penyusunan perencanaan ditanggung sepenuhnya oleh Perum Bulog.
Lahan yang diserahkan merupakan bagian dari aset daerah seluas 4,7 hektare di Jalan Soekarno-Hatta sebagaimana tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 640/K.809/HK/CXI/2017. Hibah lahan tersebut menjadi persyaratan utama agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
Proses ini juga merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah dirintis melalui penandatanganan MoU pada Desember 2025 serta pembahasan bersama DPRD, Pemkab Kutim, dan Bulog saat audiensi di Jakarta pada awal Maret.
Anggota Komisi B DPRD Kutim Muhammad Ali mengatakan persetujuan hibah dilakukan setelah melalui pembahasan dan kajian bersama pemerintah daerah.
“Kami menyetujui pemindahtanganan Barang Milik Daerah ini melalui rapat paripurna. Namun pemanfaatannya akan terus kami awasi agar benar-benar mendukung stabilitas harga dan swasembada pangan di Kutim,” tegasnya.
Menurut Ali, pengawasan diperlukan agar fungsi gudang Bulog benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi, meningkatkan daya serap hasil panen, sekaligus mendukung kesejahteraan petani di Kutai Timur.(adv)













