SAMARINDA – Gunung Steling di kawasan Sungai Dama masuk dalam daftar destinasi yang dipertimbangkan Pemerintah Kota Samarinda untuk dikembangkan. Pengelolaannya diarahkan melalui kolaborasi dengan masyarakat sekitar.
Ketua Bapemperda DPRD Samarinda, Kamaruddin, mengatakan kawasan tersebut mempunyai potensi yang dapat dioptimalkan sebagai tujuan wisata. Gunung Steling juga disebut pernah memperoleh penghargaan dari Kementerian Pariwisata.
“Pemerintah Kota Samarinda saat ini tengah melirik potensi Gunung Steling untuk dikerjasamakan dan dikelola bersama masyarakat,” ujar Kamaruddin, Senin (26/10/2026).
Keterlibatan warga dinilai dapat membuat pengembangan destinasi lebih dekat dengan kondisi setempat. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penonton, tetapi dapat mengambil bagian dalam pengelolaan dan aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitarnya.
Meski demikian, rencana tersebut masih memerlukan penilaian mendalam. Karakter kawasan, akses menuju lokasi, keamanan pengunjung, serta ketersediaan fasilitas pendukung harus menjadi bagian dari pertimbangan.
Pemerintah juga perlu menentukan pembagian peran yang jelas. Tanggung jawab pengelolaan, pemeliharaan kawasan, pelayanan pengunjung, dan pengembangan kegiatan ekonomi tidak boleh hanya bertumpu pada masyarakat.
Pola kerja sama harus memastikan potensi wisata berkembang tanpa mengabaikan kondisi alam. Peningkatan kunjungan perlu diimbangi dengan pengaturan kawasan agar tidak memunculkan kerusakan atau persoalan baru.
Keberadaan penghargaan dari Kementerian Pariwisata dapat menjadi modal awal untuk memperkenalkan Gunung Steling. Namun, pengakuan tersebut tetap harus diteruskan dengan kesiapan pengelolaan di lapangan.
Fasilitas yang memadai dibutuhkan agar pengunjung memperoleh rasa aman dan nyaman. Pada saat yang sama, penataan perlu mempertahankan karakter kawasan yang menjadi daya tarik utama.
Kolaborasi dengan warga juga membuka peluang tumbuhnya kegiatan usaha di sekitar destinasi. Manfaat ekonomi dapat hadir melalui jasa pemandu, perdagangan, kuliner, maupun kebutuhan pengunjung lainnya.
Agar manfaatnya tidak hanya dinikmati pihak tertentu, skema pengelolaan perlu disusun secara terbuka. Masyarakat sekitar harus memperoleh ruang yang proporsional sesuai kapasitas dan kebutuhan kawasan.
Kamaruddin menilai pengembangan objek wisata tidak dapat menggunakan pendekatan yang seragam. Setiap lokasi memiliki kondisi alam, fasilitas, dan tingkat kesiapan berbeda sehingga membutuhkan rancangan tersendiri.
Jika hasil kajian menyatakan kawasan tersebut layak, Gunung Steling berpeluang menjadi contoh pengelolaan destinasi yang menghubungkan potensi alam dengan partisipasi masyarakat.
Pemkot diharapkan memastikan kerja sama itu menghasilkan manfaat ganda: memperkuat daya tarik wisata Samarinda sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi warga di sekitar Sungai Dama. (Adv)













