SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan pembangunan sektor pendidikan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan. Perhatian terhadap sekolah-sekolah di wilayah pinggiran dinilai harus ditingkatkan agar seluruh peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang setara.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan pemerataan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas, baik melalui penyediaan sarana dan prasarana maupun pemerataan tenaga pendidik yang kompeten. Menurutnya, lokasi sekolah tidak boleh menjadi faktor yang membedakan kualitas layanan yang diterima siswa.
“Jangan sampai perhatian hanya tertuju pada sekolah-sekolah di pusat kota, sementara sekolah yang berada di kawasan pinggiran justru tertinggal,” ujarnya, Senin (3/8/2026)
Ia menilai kebijakan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru telah membawa perubahan positif karena mendorong distribusi siswa menjadi lebih merata. Dengan sistem tersebut, stigma sekolah favorit secara bertahap dapat dikurangi sehingga setiap sekolah memiliki kesempatan berkembang.
Meski demikian, Ismail mengingatkan pemerataan peserta didik harus diikuti dengan pemerataan kualitas fasilitas pendidikan. Menurutnya, masih terdapat sekolah di wilayah pinggiran yang membutuhkan peningkatan infrastruktur, termasuk penggantian ruang belajar yang belum permanen agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman.
“Kalau ingin pemerataan pendidikan benar-benar terwujud, maka kondisi sekolah di pinggiran juga harus terus ditingkatkan, termasuk ruang kelas yang masih belum layak,” katanya.
Selain pembangunan fisik, ia menilai transformasi pendidikan menuju era digital juga harus dirasakan oleh seluruh sekolah tanpa terkecuali. Penyediaan sarana pembelajaran berbasis teknologi, seperti buku digital dan perangkat pendukung lainnya, dinilai penting agar siswa di kawasan pinggiran memiliki akses pembelajaran yang setara dengan sekolah di pusat kota.
Menurut Ismail, pemanfaatan teknologi akan membantu meningkatkan efektivitas proses belajar sekaligus memudahkan siswa memperoleh bahan ajar secara lebih praktis.
“Kita sudah memasuki era digital.
Pemanfaatan buku elektronik dan teknologi pembelajaran akan memudahkan siswa sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah daerah terus mempercepat pemerataan pembangunan pendidikan melalui peningkatan infrastruktur, kualitas tenaga pendidik, dan akses terhadap teknologi pembelajaran. Dengan langkah tersebut, seluruh anak di Kota Samarinda, tanpa memandang lokasi sekolahnya, diharapkan memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. (Adv)













