TENGGARONG — Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Kartanegara (PU Kukar), Wiyono, menegaskan bahwa keberhasilan suatu proyek konstruksi dimulai dari proses perencanaan yang matang dan sinergi antarpihak yang kuat.
Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan Pra Construction Meeting (PCM) untuk Pembangunan Kantor Lurah Loa Ipuh, yang digelar pada Kamis, 10 Juli 2025 di Tenggarong.
PCM merupakan forum awal yang wajib dilakukan, sebelum dimulainya pekerjaan fisik, guna memastikan seluruh pihak terlibat baik kontraktor, pengawas, hingga pejabat teknis yang memiliki pemahaman yang selaras mengenai spesifikasi proyek, jadwal pelaksanaan, hingga metode kerja.
“Kegiatan ini sangat krusial, dan PCM bukan hanya formalitas, tapi bagian penting dari sistem pengendalian mutu yang harus Kita lakukan sejak awal,” ujarnya.
“Karena dari sinilah Kita bisa pastikan bahwa pekerjaan nantinya berjalan tepat mutu, waktu, dan sasaran,” tegas Wiyono saat memimpin rapat.
Dalam forum yang turut dihadiri Kabid Cipta Karya Muhammad Jamil, Pembina Jasa Konstruksi Yulius Rakhman, ST, serta jajaran pelaksana proyek, Wiyono menekankan pentingnya membangun komunikasi terbuka dan disiplin teknis antara seluruh unsur pelaksana.
“Pembangunan Kantor Lurah bukan sekadar proyek fisik biasa, dan ini adalah wajah pelayanan publik di tingkat kelurahan. Jadi kualitasnya harus dijaga, baik dari sisi struktur, estetika, hingga fungsionalitas bangunan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Dinas PU Kukar terus mendorong sistem manajemen proyek berbasis partisipatif, di mana sejak tahap awal seluruh potensi kendala harus diidentifikasi dan dicari solusinya secara bersama-sama.
“Kadang ada kendala lapangan yang baru muncul saat pekerjaan berlangsung, dengan PCM, Kita sudah antisipasi dari sekarang, termasuk bagaimana membentuk tim kerja yang solid dengan tanggung jawab yang jelas,” kata Wiyono.
PCM kali ini juga menjadi ajang peninjauan terhadap seluruh dokumen teknis, seperti gambar kerja, spesifikasi material, metode pelaksanaan, dan skema pengawasan.
Setiap detail dibahas, untuk menghindari deviasi pelaksanaan dari rencana.
Wiyono juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap standar mutu yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak.
Menurutnya, Dinas PU tidak akan mentoleransi pengerjaan yang keluar dari ketentuan teknis.
“Kami ingin proyek ini, menjadi contoh bagaimana tata kelola konstruksi yang baik dimulai sejak awal,” katanya.
“Semua pihak harus komitmen terhadap kualitas dan ketepatan waktu, dan jangan sampai proyek selesai, tapi kualitasnya tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sebagai penutup, Wiyono menyampaikan bahwa keberadaan Kantor Lurah Loa Ipuh yang baru diharapkan akan meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat fungsi pemerintahan di tingkat Kelurahan, dan menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur pemerintahan yang representatif di seluruh wilayah Kukar.
“Kami tidak hanya membangun gedung, tetapi membangun pusat pelayanan masyarakat. Maka kualitas adalah harga mati,” pungkas Wiyono. (Adv-DPU Kukar)














