SANGATTA — Nilai kepemimpinan, disiplin dan pantang menyerah Jenderal Soedirman kembali dikenalkan kepada generasi muda Kutai Timur (Kutim) melalui kegiatan nonton bareng film dokumenter tentang Panglima Besar Jenderal Soedirman di Gedung Serbaguna, Bukit Pelangi, Sangatta.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Hadir Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, unsur Forkopimda, para guru serta siswa SMP Negeri 1 Sangatta Utara, SMP Negeri 1 Sangatta Selatan dan SMK Negeri 1 Sangatta Utara.
Bupati Ardiansyah Sulaiman mengatakan perjuangan Jenderal Soedirman dapat menjadi contoh bagi pelajar dalam membangun karakter. Menurutnya, usia muda bukan penghalang untuk mengambil peran maupun menjadi pemimpin.
“Usia muda bukan menjadi halangan untuk bisa memimpin. Yang penting adalah karakter, disiplin, semangat patriotik dan pantang menyerah. Itu yang harus dimiliki oleh anak-anak kita,” kata Ardiansyah baru-baru ini.
Ia menjelaskan, generasi muda saat ini memiliki bentuk perjuangan yang berbeda dengan generasi terdahulu. Pendidikan, prestasi, kreativitas dan karya dapat menjadi sarana untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu bangsa.
Wakil Bupati Mahyunadi dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan pelajar agar berhati-hati menggunakan media sosial. Menurutnya, ruang digital dapat digunakan untuk menyampaikan pendapat dan kritik, tetapi harus dilakukan dengan bahasa yang baik.
Ia juga meminta siswa berpikir sebelum memberikan komentar atau mengunggah sesuatu di media sosial. Kritik terhadap pemerintah, menurutnya, merupakan hal yang diperbolehkan selama disampaikan secara bertanggung jawab.
Guru SMP Negeri 1 Sangatta Selatan Ule Sumule mengatakan tantangan pelajar kini semakin kompleks karena perkembangan teknologi dan media sosial. Menurutnya, karakter kuat dibutuhkan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara positif.
“Karena itu, anak-anak harus punya karakter yang kuat. Jangan sampai teknologi justru mengendalikan kita. Media sosial harus digunakan untuk belajar, berkarya dan hal-hal yang positif,” ujarnya.
Ule menilai semangat pantang menyerah Jenderal Soedirman masih relevan untuk generasi muda. Meski medan perjuangan berbeda, nilai keberanian, disiplin dan keteguhan tetap dibutuhkan.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda peringatan kemerdekaan. Film dokumenter menjadi media untuk mempertemukan sejarah perjuangan bangsa dengan tantangan yang dihadapi pelajar saat ini.(ADV/prokopim/Kutim)













