Suluhmudanusantara.com,- Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kamis (23/7/2026), dalam rangka berkonsultasi mengenai penyelesaian persoalan lahan masyarakat yang hingga kini belum tuntas di kawasan Bandara APT Pranoto.
Rombongan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh, didampingi Wakil Ketua Komisi III Akhmed Reza Fachlevi, Anggota Komisi III Subandi, serta Tim Ahli Komisi III. Kehadiran rombongan diterima langsung oleh Direktur Bandar Udara Budhi Kurniawan Kresna beserta jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi III DPRD Kaltim menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat terkait kepastian status administrasi lahan yang sebagian digunakan untuk pembangunan Bandara APT Pranoto.
Abdulloh menyebutkan bahwa masyarakat tidak menginginkan pembayaran ganti rugi secara berulang, melainkan mengharapkan kejelasan hukum atas sisa lahan yang tidak masuk dalam kawasan bandara agar hak kepemilikannya dapat dipulihkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain membahas penyelesaian persoalan lahan, Komisi III juga mendorong peningkatan pengembangan Bandara APT Pranoto, mulai dari peningkatan fasilitas pelayanan, sarana dan prasarana, hingga frekuensi penerbangan.
Harapan tersebut disampaikan agar bandara kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur dapat terus berkembang dan mampu mendukung konektivitas antardaerah, termasuk peluang melayani pesawat berbadan lebih besar dan penerbangan haji di masa mendatang.
“Melalui koordinasi ini, DPRD Kaltim berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta instansi terkait untuk menghadirkan solusi yang adil, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum,” ucap politisi Golkar tersebut.
Dengan demikian, persoalan yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat dapat diselesaikan, sekaligus mendukung pengembangan Bandara APT Pranoto sebagai infrastruktur strategis yang menunjang pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat Kalimantan Timur.













