Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, mendorong perempuan di Kaltim untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam dunia politik dan pemerintahan.
Menurut Nanda, partisipasi aktif perempuan sangat penting untuk mencapai representasi yang seimbang dan mendukung pembangunan daerah secara holistik.
“Kesadaran akan perlunya keterwakilan perempuan di ranah politik semakin berkembang. Ini juga dipicu oleh regulasi yang menetapkan kuota 30 persen untuk perempuan dalam Pemilu Legislatif, sebagai peluang besar untuk keterlibatan perempuan,”,
“Regulasi ini merupakan langkah signifikan untuk menciptakan keseimbangan gender di arena politik,” katanya, Minggu (3/11/24).
Nanda, yang merupakan anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menambahkan bahwa kuota ini tidak hanya formalitas, melainkan merupakan kesempatan bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pengambilan keputusan yang strategis.
“Ini adalah tentang kolaborasi demi kepentingan masyarakat Kaltim, bukan sekadar isu gender,” tegasnya.
DPRD Kaltim berkomitmen untuk memberikan dukungan serta menciptakan ruang bagi perempuan untuk berkembang dalam karir politik. Melalui berbagai inisiatif dan kebijakan, Nanda berharap dapat memperluas kesempatan bagi perempuan untuk menduduki posisi strategis dan berpengaruh.
Dia juga menekankan pentingnya solidaritas di antara perempuan.
“Keberhasilan perempuan di dunia politik sangat bergantung pada dukungan satu sama lain. Jika kita tidak saling membantu, siapa yang akan melakukannya? Perempuan Kaltim perlu bersatu dan saling menguatkan,” pungkasnya. (ADV)













