Suluhmudanusantara.com,- Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono memiliki sejumlah permintaan menjelang MTQ Kukar ke-44 bakal digelar di Kecamatan Kota Bangun Darat.
Salah satunya adalah permintaan agar pihak Kecamatan di Kukar terus berperan aktif dalam melakukan pembinaan qori dan qoriah. Tujuannya adalah agar Kukar terus memiliki qori dan qoriah berprestasi dalam perlombaan MTQ, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga nasional.
“Sehingga, tidak ada lagi kecamatan yang menggunakan qori dan qoriah serta Hafidz dan Hafidzah dari Kecamatan lain,” ujar Sunggono dalam ekspose pelaksanaan MTQ ke-44 Kukar, Sabtu (4/11/2023).
Ia juga meminta agar pihak kecamatan segera mendirikan dan membentuk Rumah Qur’an (BAITUL QUR’AN) sebagai wadah untuk mencari bakat putra daerah sebagai qori dan qoriah maupun hafidz dan hafidzah. Sunggono ingin, setiap kecamatan juga melaksanaan MTQ setiap tahun. Tujuannya, agar diperoleh calon peserta MTQ untuk mengikuti MTQ Tingkat Kabupaten.
“Ke depan saya mohon tidak ada lagi Kecamatan yang tidak menyelenggarakan MTQ. Saya yakin dan percaya semua mampu melaksanakan itu semua,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) adalah ajang perhelatan akbar bagi umat islam yang bertujuan untuk mendorong umat islam mempelajari kitab suci Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) bukan sekadar lomba untuk mencari qori dan qoriah, hafidz dan hafidzah terbaik. Akan tetapi, MTQ adalah suatu upaya kongkrit umat islam untuk menggali nilai-nilai luhur melalui pendalaman arti dan makna yang terkandung didalam Al-Qur’an.
Menurut Sunggono, MTQ merupakan sarana agar umat islam lebih tekun membaca, mempelajari dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi sehingga terlahir pribadi yang intelektual namun tetap rendah hati.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di bawah kepemimpinan Bupati Edi Damansyah berkeyakinan bahwa perhelatan akbar MTQ Ke-44 Tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2023 di Kota Bangun Darat akan sukses digelar.
Apalagi, Kecamatan Kota Bangun Darat sebagai tuan rumah telah mempersiapkan pemondokan kafilah, arena lomba, sarana parkir dan fasilitas kesehatan termasuk keamanan dalam mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
“Saya yakin Panitia pelaksana juga telah belajar banyak dengan Kecamatan Loa Kulu sebagai tuan rumah MTQ ke-43 Tahun 2022 yang lalu, sehingga pelaksanaan MTQ tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Sunggono.
“Ajak semua pemangku kepentingan di wilayah saudara, mulai dari Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa yang didukung kekuatan swasta dan masyarakat, dengan semangat Betulungan Etam Bisa, saya yakin pekerjaan ini akan menjadi lebih mudah,” sambungnya.
Terakhir, Sunggono berharap, kegiatan ekspos ini mampu membahas sejumlah hal strategis. Bukan hanya penyelenggaraan MTQ, namun juga membahas cara melembagakan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang telah berkembang di masyarakat.
Sebab, lemabaga-lembaga tersebut dinilai telah berhasil mencetak Qori-Qoriah, Hafidz-Hafidzah, Mufasir-Mufasiroh yang terbukti mampu mempertahankan Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Timur enam kali berturut-turut.
Selain itu, Sunggono juga meminta agar para pemangku kepentingan mampu kembali merumuskan pola pembinaan yang sudah ada agar lebih ditingkatkan, dan dilaksanakan secara terus menerus.
“Pembinaan tidak hanya dilakukan pada saat mau pelaksanaan MTQ, tapi lebih dari itu. Tolong buat kurikulum pembinaan peserta MTQ secara berkelanjutan dan tolong rumuskan kebijakanyang tepat untuk menampung Alumni-Alumni Juara MTQ, agar keberadaan mereka terus tersambung dan tidak terputus,” harapnya. (ADV)













