Samarinda — Upaya penguatan sektor perikanan rakyat terus menjadi perhatian Anggota DPRD Kalimantan Timur, Baharuddin Demmu. Melalui agenda serah terima bantuan yang digelar di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, belum lama ini, ia kembali merealisasikan bantuan sarana produksi bagi nelayan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Dalam agenda tersebut, sebanyak 10 unit mesin ketinting diserahkan kepada Kelompok Nelayan Doa Makbul yang bermukim di Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang. Bantuan ini diharapkan mampu menunjang aktivitas nelayan sekaligus meningkatkan hasil tangkapan.
Baharuddin Demmu menegaskan, bantuan tersebut bukan sekadar penyaluran alat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kemandirian nelayan. Menurutnya, Kutai Kartanegara memiliki potensi perikanan yang besar, namun masih membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah agar dapat dikelola secara optimal.
“Nelayan kita bekerja dalam kondisi yang tidak mudah. Dengan alat yang memadai, mereka bisa melaut lebih aman, lebih jauh, dan lebih produktif. Inilah bentuk keberpihakan yang harus terus diperjuangkan,” kata Baharuddin.
Bantuan mesin ketinting ini direalisasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2025.
Realisasi tersebut sekaligus menegaskan konsistensi Baharuddin Demmu dalam mengawal aspirasi masyarakat pesisir dan bantaran Sungai Mahakam, yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor perikanan tangkap.
Sebagai tokoh yang dikenal dekat dengan komunitas nelayan, Baharuddin Demmu selama ini aktif memperjuangkan berbagai program bantuan sarana dan prasarana perikanan. Tidak hanya mesin kapal, berbagai kebutuhan lain seperti jaring, perahu, hingga alat penunjang aktivitas penangkapan ikan juga telah banyak disalurkan ke sejumlah wilayah di Kutai Kartanegara.
Peran tersebut juga diperkuat oleh posisinya sebagai Ketua Ikatan Penyuluh Perikanan Indonesia (IPKANI) Kalimantan Timur.
Melalui jejaring penyuluh dan kelompok nelayan, Baharuddin mendorong peningkatan kapasitas nelayan, baik dari sisi alat produksi, pengetahuan teknis, hingga kesadaran akan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik oleh kelompok nelayan penerima. Dengan demikian, keberlanjutan program dan dampak ekonominya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Saya berharap bantuan ini benar-benar digunakan untuk menunjang aktivitas nelayan, meningkatkan pendapatan keluarga, dan pada akhirnya mendorong kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.
Melalui langkah ini, Baharuddin Demmu menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama nelayan, memastikan sektor perikanan tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh sebagai salah satu penopang utama ekonomi daerah di Kalimantan Timur.













