SAMARINDA — Samarinda mengandalkan cabang olahraga perorangan untuk mendulang medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 di Kabupaten Paser. Gulat, pencak silat, taekwondo, dan renang menjadi tumpuan dalam upaya mempertahankan gelar juara umum.
Bendahara Umum KONI Samarinda, Nur Zaid, mengatakan persiapan atlet di masing-masing cabang olahraga berjalan baik. Persoalan yang dihadapi kontingen, menurut dia, lebih berkaitan dengan pembiayaan keikutsertaan.
“Dari segi kesiapan mereka sendiri sebetulnya tidak ada permasalahan, ya. Yang bermasalah ini hanya biaya keikutsertaan,” kata Nur Zaid saat diwawancarai awak media di Sekretariat KONI Samarinda, Senin (2/11/2026).
Ia menyebut masing-masing cabang olahraga telah memahami tugasnya dalam menyiapkan atlet. Kini, perhatian diarahkan untuk menjaga kemampuan para atlet agar dapat tampil maksimal saat pertandingan.
“Yang menjadi pendulang emas untuk Samarinda, insyaallah kita nyatakan siap menampilkan performa terbaik di Porprov,” ujarnya.
Untuk sasaran perolehan medali, Nur Zaid masih menjadikan hasil Porprov sebelumnya di Kabupaten Berau sebagai acuan. Ia memperkirakan peluang kenaikan sekitar 10 persen, meski tidak merinci jumlah medali yang dibidik.
Optimisme itu didasarkan pada perkembangan penampilan atlet dalam sejumlah tahapan pertandingan menuju Porprov.
“Grafik performa atlet kita ini dari waktu ke waktu, gambaran misalnya pada babak kualifikasi, sudah menggembirakan,” tuturnya.
Meski demikian, Nur Zaid mengingatkan agar kesiapan kontingen tidak membuat pengawasan terhadap pelaksanaan pertandingan mengendur. Ia menaruh perhatian pada proses pemeriksaan keabsahan atlet.
Menurut dia, ada kekhawatiran atlet dari luar daerah dapat lolos dalam proses tersebut. Namun, ia tidak menyebut nama atlet, daerah, maupun kasus tertentu yang dimaksud.
“Harus kita pantau karena setiap pelaksanaan Porprov pasti ada oknum-oknum yang berbuat tidak sportif,” ucapnya.
Di sisi lain, Nur Zaid ingin para atlet tetap memusatkan perhatian pada kemampuan bertanding. Pengawasan administrasi, menurut dia, perlu berjalan seiring dengan kesiapan menghadapi siapa pun lawan di arena.
“Mereka hadir, kita kalahkan. Itulah fungsinya kita Samarinda sebagai juara bertahan untuk mengasah atlet-atlet kita,” tegasnya.
Ia memandang persaingan di Porprov juga menjadi ukuran untuk melihat peluang atlet menuju tingkat yang lebih tinggi. Kemampuan mengatasi lawan pada ajang provinsi diharapkan menjadi bekal menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Kalau kita bisa lebih baik dari mereka, gambaran nanti untuk di PON akan lebih baik juga,” pungkasnya.












