Pupuk Kaltim meresmikan Kampung Sawah Abadi (KSA) Bulutana di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sebagai destinasi edu agrowisata yang memadukan pertanian berkelanjutan dengan potensi pariwisata dan ekonomi lokal.
KSA Bulutana merupakan bagian dari program PKT BERSERI (Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri) yang telah berjalan sejak 2023 melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim.
Pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan konsep pertanian berkelanjutan. Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari pelatihan budidaya pertanian dan pemupukan berimbang, pengendalian hama, pembuatan pupuk organik, hingga pembangunan eco-trail sepanjang 230 meter.
Memasuki 2026, pengembangan KSA Bulutana diperkuat melalui sejumlah program, di antaranya konservasi sawah, penyediaan sarana wisata hijau, penguatan kelembagaan masyarakat, serta promosi potensi pariwisata.
Keberadaan eco-trail tidak hanya mendukung pengembangan kawasan sebagai destinasi wisata, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi para petani.
Jalur tersebut memudahkan sekaligus mempercepat proses pengangkutan hasil pertanian sehingga aktivitas petani menjadi lebih efektif dan berpotensi meningkatkan produktivitas.
Selain infrastruktur pendukung pertanian dan wisata, KSA Bulutana juga dilengkapi panggung amfiteater. Fasilitas ini disiapkan sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan dan menampilkan kesenian serta budaya lokal.
Panggung tersebut diharapkan dapat menjadi wadah tumbuhnya ekonomi kreatif sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata berbasis masyarakat di Bulutana.
Upaya peningkatan kapasitas masyarakat turut dilakukan melalui program Evolution “Bertabur Ilmu”. Melalui program tersebut, karyawan Pupuk Kaltim berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat untuk membantu mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki KSA Bulutana.
Materi yang diberikan mencakup pengelolaan kawasan, aspek keselamatan dalam agroeduwisata, penerapan ekonomi sirkular, pengelolaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga strategi marketing, branding, serta promosi melalui media sosial.
Pengembangan KSA Bulutana ditargetkan terus berlanjut hingga 2027. Pupuk Kaltim menargetkan kawasan tersebut dapat berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan melalui standardisasi KSA, sertifikasi Desa Wisata Hijau Bulutana, serta penerapan skema insentif konservasi sawah.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Pupuk Kaltim dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Keberlanjutan tidak hanya dipandang sebagai upaya mempertahankan produktivitas pertanian, tetapi juga memastikan lahan tetap produktif, masyarakat semakin berdaya, dan potensi ekonomi lokal dapat terus berkembang.
Dengan pendekatan yang mengintegrasikan sektor pertanian, lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan pariwisata, KSA Bulutana diharapkan mampu menjadi model pengembangan kawasan pedesaan yang memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.












