Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Saputra, membuka peluang untuk ikut serta dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Samarinda 2030. Namun, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan bahwa langkah pencalonan tidak bisa ditentukan secara pribadi.
Menurutnya, mekanisme partai dan hasil survei elektabilitas menjadi penentu utama arah dukungan.
“Sebagai kader, kami harus siap ketika partai memberi amanah. Tapi keputusan maju tidak boleh asal, harus melalui pertimbangan matang. Jangan sampai hanya sekadar ikut lalu berakhir sia-sia,” ujarnya.
Samri menyebut survei akan menjadi instrumen penting dalam menentukan siapa yang benar-benar layak diusung. Ia menekankan bahwa tujuan PKS bukan sekadar meramaikan bursa calon, melainkan memastikan peluang kemenangan terbuka lebar.
“Kalau hasil survei menunjukkan dukungan kuat, tentu bisa menjadi dasar partai untuk mendorong kader maju. Tapi sekali lagi, targetnya harus menang, bukan hanya hadir di arena,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa klaim dukungan pribadi kerap bias. Menurutnya, yang menentukan tetap suara rakyat, dan hal itu bisa diukur secara objektif lewat survei.
“Kadang kita merasa sudah banyak simpatisan, tapi faktanya lain. Karena itu survei jadi barometer utama,” jelasnya.
Meski menyatakan kesiapannya secara pribadi, Samri menegaskan keputusan akhir ada di tangan mekanisme internal PKS. Ia menutup dengan menyatakan kesiapannya menerima apapun keputusan partai, baik di legislatif maupun eksekutif. (adv)













