PPU – Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sariman, menekankan perlunya inovasi dalam membangun jalan usaha tani agar lebih tahan lama dan efektif bagi petani dalam mengangkut hasil panen. Ia menyoroti bahwa tanpa material yang tepat, perbaikan jalan hanya bersifat sementara dan mudah rusak akibat hujan. (03/03/2025)
“Kalau jalan usaha tani hanya diratakan dengan alat tanpa material yang baik, hasilnya tidak akan bertahan lama. Begitu hujan turun, jalan kembali rusak dan sulit dilalui,” ujarnya.
Sariman menekankan pentingnya penyediaan material untuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) di desa dan kecamatan agar perbaikan jalan lebih optimal. Ia menilai bahwa material seperti latrit—tanah merah yang memiliki tekstur keras seperti batu—dapat menjadi alternatif yang lebih murah dibandingkan membeli koral dari luar daerah.
“Di Kecamatan Babulu ada latrit yang bentuknya seperti tanah merah, tapi keras seperti batu bata dan tidak becek. Kalau ini digunakan, biayanya jauh lebih murah dibandingkan membeli koral dari Palu,” jelasnya.
Menurutnya, penggunaan latrit bisa menjadi solusi yang lebih ekonomis dan efektif untuk memperbaiki jalan usaha tani. Dengan demikian, petani akan lebih mudah mengangkut hasil panennya tanpa harus khawatir jalan rusak setiap musim hujan.
“Perbaikan jalan memang membutuhkan anggaran, tetapi kita harus mencari solusi yang lebih efisien. Daripada membeli material dari luar dengan biaya tinggi, lebih baik manfaatkan sumber daya lokal yang lebih terjangkau,” pungkasnya. (adv)













