Samarinda — Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Samarinda tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menegaskan keterlibatan masyarakat dan dunia usaha menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Menurutnya, permasalahan gizi anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
Meskipun alokasi anggaran dan kebijakan telah disiapkan melalui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), keberhasilan program sangat ditentukan oleh kepedulian sosial masyarakat di lingkungan terdekat.
“Pemerintah sudah menyiapkan dari sisi regulasi dan anggaran, tapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat. Tanpa itu, target penurunan stunting akan sulit tercapai,” ujar Puji (9/10/2025).
Ia menilai, kolaborasi lintas sektor di Samarinda sebenarnya sudah mulai terbentuk. Namun, partisipasi masyarakat dan dunia usaha masih perlu diperkuat agar dampaknya terasa langsung hingga ke tingkat RT dan keluarga.
Puji juga menyoroti masih minimnya keterlibatan sektor swasta dalam mendukung program penanganan stunting. Ia mendorong pelibatan dunia usaha secara lebih masif sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.
“Kalau masyarakat lebih peduli dan dunia usaha ikut turun tangan, angka stunting bisa ditekan lebih cepat. Misalnya dengan saling membantu tetangga yang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi anak,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dapat semakin kuat sehingga upaya penurunan stunting dapat berjalan efektif dan merata di seluruh wilayah Samarinda. (adv)













