Jakarta-Sebanyak 83,1 persen masyarakat Indonesia menentangserangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Demikian temuan survei nasional bertajuk “Legitimasi Publik atas Perang AS-Israel dengan Iran” yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia (IPI), Lembaga Survei Indonesia (LSI_Lembaga), dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 12-31 Maret 2016.
Hasil survei tersebut dipresentasikan oleh Djayadi Hanan, Ph.D. (DirekturEksekutif LSI_Lembaga), Deni Irvani M.Si (DirekturEksekutif SMRC), dan Prof. Burhanuddin Muhtadi, Ph.D. (Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia) pada 2 April2026 di Hotel Sari Pacifik Jakarta.
Burhanuddin Muhtadi dalam presentasinya menunjukkanhanya 4,9 persen warga yang menyetujui serangan tersebut, 7,4 persen menyatakan antara setuju dan tidak setuju, dan 4,5 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
“Legitimasi publik Indonesia untuk perang AS-Israel melawan Iran sangat kecil,” kata Burhanuddin.
Deni Irvani menjelaskan bahwa populasi survei ini adalahsemua warga negara Indonesia dewasa, berumur 17 tahun ataulebih atau telah menikah, yang memiliki cellphone, sekitar80% dari populasi Indonesia.
Lebih jauh Deni menyatakan bahwa karena opini tentangperang tersebut sangat erat kaitannya dengan berita dariberbagai sumber dan dapat diakses lewat internet atau media lain, maka populasi yang memiliki telepon ini diperkirakanlebih terpapar pada berita tentang perang ini dibanding yang tak punya telepon dan tak bisa mengakses berita perangtersebut lewat berbagai berita di berbagai media. Karena itupopulasi pemilik telepon ini valid dijadikan sasaran dalamsurvei ini.
Namun demikian, lanjut Deni, untuk kepentingan representasiopini publik nasional, sebelum analisis dilakukan pembobotanatas sampel yang diperoleh dalam survei ini menurutkarakteristik populasi nasional yang berumur 17 tahun plus.Survei dilakukan 12-31 Maret 2026. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 1.066. Jumlah ini cukup stabil dalam dua kali margin of error (6%).
Survei ini merupakan hasil kerja sama dan dibiayai oleh tigalembaga: Lembaga Survei Indonesia (LSI), Indikator Politik Indonesia (IPI), dan Saiful Mujani Research & Consulting(SMRC).













