SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah strategis dalam merevolusi mutu pelayanan kesehatan publik. Melalui pemutakhiran peranti medis berteknologi tinggi, Pemkab Kutim berambisi memangkas jarak rujukan medis sekaligus membidik potensi pasar dari sektor industri regional.
Komitmen tersebut dikukuhkan lewat peresmian tiga fasilitas anyar di RSUD Kudungga, Sangatta. Ketiga fasilitas tersebut meliputi gedung baru poliklinik, ruang pelayanan laboratorium kateterisasi (cath lab), serta fasilitas mammografi, yang diresmikan langsung oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman.
Peresmian yang dipusatkan di Lantai 3 Auditorium RSUD Kudungga ini turut dihadiri Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Jimmi, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran fasilitas ini menyusul pengoperasian alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang telah lebih dulu melayani masyarakat beberapa bulan sebelumnya.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan, rentetan peranti medis mutakhir ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas pelayanan kesehatan di Kutim tidak kalah saing dengan kota-kota besar. Ia menjamin, modernisasi prasarana kesehatan ini dapat diakses secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Kutai Timur secara pelan tetapi pasti ingin meyakinkan masyarakat bahwa kita siap memberikan pelayanan terbaik. Melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan, fasilitas ini milik bersama, baik untuk masyarakat kelas bawah, menengah, maupun kecil. Tidak ada perbedaan,” ujar Ardiansyah.
Secara teknis, fasilitas cath lab yang baru diresmikan telah didukung sistem pencitraan X-ray canggih berbasis teknologi tiga dimensi (Philips Azurion 7 C20) buatan Belanda. Teknologi ini diklaim mampu mereduksi kecemasan pasien serta menekan risiko paparan radiasi, baik bagi pasien maupun tenaga medis. Sementara itu, alat mammografi dosis rendah disiapkan guna mengoptimalkan deteksi dini kelainan tumor atau kanker payudara pada fase pragejala.
Dengan kelengkapan mulai dari MRI, cath lab, CT Scan, hingga unit hemodialisis (cuci darah), Pemkab Kutim optimis RSUD Kudungga kini siap bertransformasi menjadi rumah sakit rujukan strategis di wilayah utara Kalimantan Timur.
Bidik Pasar Korporasi Tambang dan Sawit
Selain berorientasi pada pemenuhan hak dasar warga, modernisasi RSUD Kudungga juga diarahkan untuk mendongkrak kemandirian fiskal melalui skema Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD).
Ardiansyah secara khusus mendorong manajemen rumah sakit untuk bergerak agresif menjalin kerja sama strategis dengan pihak ketiga. Terutama, puluhan perusahaan tambang batubara dan perkebunan kelapa sawit skala besar yang beroperasi di bumi Kutai Timur.
Selama ini, korporasi besar di Kutim—termasuk PT Kaltim Prima Coal (KPC)—kerap merujuk karyawannya ke Balikpapan atau Samarinda untuk mendapatkan pemeriksaan medis lanjutan. Peluang inilah yang ingin direbut oleh Pemkab Kutim.
“Kita memiliki potensi pasar yang besar dari dunia usaha di sini. Manajemen rumah sakit harus mampu menangkap peluang itu. Sampaikan kepada mereka bahwa kita sudah memiliki alat-alat canggih. Karyawan perusahaan kini tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke Balikpapan atau Samarinda, cukup diselesaikan di Sangatta,” tegas Ardiansyah.
Kendati demikian, orang nomor satu di Kutim itu mengingatkan agar lompatan teknologi ini wajib diimbangi dengan peningkatan kapasitas, profesionalisme, serta integritas sumber daya manusia. Mulai dari perawat hingga dokter spesialis diminta untuk terus menjaga standar pelayanan publik yang humanis demi kepuasan dan kesembuhan pasien.(adv)













