Samarinda – Sebanyak 270 siswa Sekolah Rakyat rintisan di Kota Samarinda akan mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di kawasan Palaran pada akhir Juli 2026. Seluruh sekolah rintisan akan dipusatkan di lokasi tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda, Mochammad Arif Surochman, usai Rapat Hearing Komisi IV DPRD Kota Samarinda bersama Dinsos Kota Samarinda mengenai progres kegiatan tahun 2026 dan rencana kegiatan tahun 2027, Selasa (14/7/2026), di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda.
Arif memastikan seluruh Sekolah Rakyat rintisan akan berpindah ke Palaran.
“Iya, semua. Tiga sekolah rintisan ini, tiga-tiganya pindah ke Palaran semua,” ujar Arif.
Ia mengatakan MPLS dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli.
“Di akhir bulan, tanggal 30-an,” lanjutnya.
Untuk tahun ajaran ini, sebanyak 270 siswa telah direkrut.
“Siswanya yang pendaftaran ini… kita rekrutmen ini 270 orang, 270 siswa,” sambungnya.
Menurut Arif, pembangunan gedung sekolah hampir selesai dan diharapkan dapat digunakan sesuai jadwal.
“Eh memang untuk bangunan kita lihat sudah hampir selesai… mudah-mudahan optimis di akhir bulan ini sudah selesai semua,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Arif juga menjelaskan penanganan anak jalanan, gelandangan, dan pengemis dilakukan melalui kerja sama antara Satpol PP, Dinas Sosial, dan pemerintah provinsi.
“Kami melakukan rehabilitasi sosial. Ada yang langsung kita lakukan, ada yang kita emang butuh penanganan… ada yang kita serahkan ke panti,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan lanjutan bagi penghuni panti menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sementara Dinsos Kota Samarinda tetap melakukan koordinasi dalam proses rehabilitasi sosial. (Iqbal Al-Fiqri)












