Samarinda – Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir terus menjadi perhatian serius Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Baharuddin Demmu. Komitmen itu kembali diwujudkan melalui penyerahan bantuan mesin diesel berkekuatan 24 PK kepada nelayan tangkap di wilayah pesisir Kutai Kartanegara.
Pada Senin (14/07/25), Baharuddin Demmu secara langsung menyerahkan bantuan tersebut di Kelurahan Kuala Samboja, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara. Bantuan yang direalisasikan melalui kerja sama dengan Dinas Perikanan Provinsi Kalimantan Timur itu diperuntukkan bagi tiga kelompok nelayan setempat.
Adapun penerima bantuan adalah Kelompok Putra Laut Sejati, Kelompok Intan Mutiara Laut, dan Kelompok Sinar Cahaya Mandiri. Secara rinci, Kelompok Putra Laut Sejati menerima 12 unit mesin diesel, sedangkan Intan Mutiara Laut dan Sinar Cahaya Mandiri masing-masing memperoleh 14 unit.
“Total ada 40 mesin yang kita bagikan kepada tiga kelompok nelayan,” ujar Baharuddin Demmu
Ia menegaskan, bantuan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas nelayan tangkap, sehingga kesejahteraan keluarga nelayan pun bisa terangkat.
Baharuddin juga menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara optimal. Ia berpesan agar para nelayan saling bekerja sama dalam menjaga, merawat, dan memanfaatkan mesin-mesin tersebut untuk mendukung aktivitas melaut. Dengan cara itu, bantuan yang bersumber dari APBD Murni 2025 ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian nelayan di Samboja.
Penyerahan bantuan ini dilakukan dengan pendampingan langsung dari jajaran Dinas Perikanan Provinsi Kalimantan Timur. Kehadiran pemerintah daerah diharapkan memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, sekaligus memberikan pendampingan teknis agar penggunaan mesin diesel tersebut sesuai kebutuhan para nelayan.
Baharuddin Demmu menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini bukan semata kegiatan simbolis, melainkan bagian dari hasil konkret perjuangan aspirasi masyarakat yang ia tampung selama masa reses. Ia mengaku kerap mendengar langsung keluhan dan harapan nelayan terkait kebutuhan sarana penangkapan ikan yang lebih memadai.
“Aspirasi ini muncul dari dialog-dialog langsung dengan warga saat reses. Kita tampung, kita perjuangkan, dan alhamdulillah bisa terealisasi lewat belanja APBD Murni 2025,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa perjuangan aspirasi masyarakat tidak hanya berhenti pada sektor perikanan. Melalui berbagai program aspirasi yang telah terealisasi, Baharuddin telah menyalurkan bantuan untuk berbagai sektor lain seperti pengembangan UMKM, pertanian, peternakan, hingga infrastruktur penunjang kesejahteraan warga. (Mujahid)













