SANGASANGA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memantapkan langkah dalam menghadirkan ruang publik yang tak hanya bersifat simbolis, namun juga fungsional dan produktif bagi masyarakat.
Hal ini tercermin dalam kunjungan Wakil Bupati Kukar, H. Rendi Solihin, ke lokasi pembangunan Patung Bung Karno di kawasan Taman Juang, Kecamatan Sangasanga, Rabu (2/7/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda kerja Pemkab Kukar, guna memastikan seluruh proyek strategis daerah berjalan sesuai rencana, khususnya dalam mendukung penguatan identitas sejarah dan budaya lokal.
Dalam peninjauan tersebut, Wabup Rendi didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, bersama jajaran teknis dan staf dinas terkait.
Patung Bung Karno yang tengah dibangun di jantung Sangasanga dirancang menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah perjuangan nasional, sekaligus penguat karakter kawasan yang memiliki nilai historis tinggi, sebagai salah satu wilayah penghasil energi di Indonesia.
“Ini bukan sekadar monumen, tapi akan menjadi ikon yang menghidupkan kembali semangat kebangsaan di tengah masyarakat,” ujar Rendi di sela peninjauan.
Wabup Rendi menekankan bahwa, keberadaan patung ini harus didukung dengan penataan kawasan secara menyeluruh.
Ia mendorong agar seluruh sarana pendukung seperti **akses jalan, taman publik, panggung seremonial, ruang edukasi sejarah, RTH, dan fasilitas umum lainnya**, dituntaskan secara terpadu dan terintegrasi.
Lebih dari sekadar tempat peringatan, kawasan ini dirancang sebagai pusat kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Daerah bahkan menargetkan kawasan tersebut, akan menjadi lokasi utama pelaksanaan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025, yang juga akan menandai peluncuran resmi kawasan Patung Bung Karno.
“Target Kita, seluruh pengerjaan kawasan ini rampung sebelum November, agar Hari Pahlawan tahun ini bisa kita peringati langsung di sini,” kata Rendi.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan kawasan ini tidak boleh berhenti pada dimensi estetika atau seremonial semata.
Pemkab Kukar, kata dia, ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang produktif yang mendorong aktivitas ekonomi lokal, dengan melibatkan pelaku UMKM, pedagang kuliner, serta pengrajin produk lokal.
“Kita harus pastikan kawasan ini tidak mati setelah diresmikan, dan harus ada denyut kehidupan di dalamnya. Kita libatkan UMKM agar kawasan ini menjadi pusat ekonomi dan sosial yang dinamis,” imbuhnya.
Rendi berharap kawasan Patung Bung Karno di Taman Juang akan menjadi simbol yang hidup: merekam sejarah masa lalu, menjawab kebutuhan masa kini, dan membawa harapan untuk masa depan Kukar yang inklusif dan berdaya saing. (Adv-DPU Kukar)














