SANGASANGA — Menyikapi arahan langsung Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), H. Rendi Solihin, dalam agenda kunjungan kerja ke SD Negeri 015 Sangasanga di Kelurahan Pendingin, Dinas Pekerjaan Umum Kukar segera menyusun langkah teknis pembangunan lapangan serbaguna di lingkungan sekolah tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, usai mendampingi Wabup dalam agenda monitoring infrastruktur pendidikan, Rabu (2/7/2025).
Menurut Wiyono, pembangunan fasilitas ruang terbuka di sekolah dasar menjadi prioritas tindak lanjut dinasnya, sejalan dengan arahan Pimpinan Daerah yang menekankan pentingnya penyediaan sarana pendukung pembelajaran non-akademik.
“Kami langsung menindaklanjuti arahan Pak Wakil Bupati, dan Tim teknis akan turun melakukan survei dan pengukuran lahan, untuk merancang konstruksi lapangan serbaguna yang sesuai dengan kebutuhan sekolah,” jelas Wiyono saat dikonfirmasi usai kunjungan.
Wiyono mengakui, kondisi SDN 015 Sangasanga saat ini memang belum memiliki fasilitas lapangan yang layak.
Padahal, menurutnya, keberadaan ruang terbuka seperti lapangan tidak hanya berfungsi untuk pelaksanaan upacara dan kegiatan olahraga, tetapi juga sebagai media tumbuh kembang siswa dari sisi fisik, sosial, dan karakter.
“Ruang bermain dan aktivitas luar kelas adalah bagian penting dari proses pendidikan holistik. Oleh karena itu, Kami memandang pembangunan ini, bukan sekadar penambahan infrastruktur, tapi juga investasi jangka panjang untuk generasi muda kita,” tegasnya.
Dinas PU Kukar, lanjut Wiyono, akan merancang bangunan yang mempertimbangkan aspek fungsional, keamanan, dan keberlanjutan.
Selain itu, koordinasi lintas perangkat daerah juga akan dilakukan, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan di lapangan.
Wiyono menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kecamatan, Kelurahan, dan Sekolah agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai harapan bersama.
Dalam arahannya di lokasi, Wakil Bupati Rendi Solihin menyoroti pentingnya fasilitas fisik yang menunjang pembentukan karakter anak.
Ia menyebut, tanpa ruang bermain yang memadai, anak-anak akan kehilangan bagian penting dalam pengalaman masa kecil mereka di sekolah dasar.
“Anak-anak membutuhkan tempat untuk berlari, bermain, dan berkegiatan, dan lapangan itu bukan sekadar tanah kosong, tapi ruang untuk tumbuh dan belajar bersama,” tegas Rendi dalam arahannya di hadapan guru dan tenaga kependidikan SDN 015.
Menanggapi hal tersebut, Wiyono memastikan bahwa Dinas PU Kukar siap mendukung visi kepala daerah dalam membenahi infrastruktur pendidikan secara merata, termasuk pada aspek-aspek non-akademik seperti ruang terbuka dan fasilitas olahraga sekolah.
“Kami tidak hanya fokus pada bangunan fisik seperti ruang kelas atau gedung. Infrastruktur pendidikan mencakup seluruh ekosistem belajar, termasuk ruang terbuka yang layak dan aman bagi anak-anak,” tutupnya. (Adv-DPU Kukar)














