Samarinda – Penurunan drastis minat masyarakat terhadap sekolah dasar negeri di Kota Samarinda menjadi peringatan dini yang tak bisa diabaikan.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Darlis Pattalongi, menyebut kondisi ini sebagai sinyal menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan milik pemerintah.
“Ini sudah bukan lagi soal persaingan antara sekolah negeri dan swasta. Kita bicara soal relevansi dan kepercayaan publik yang terus merosot,” kata Darlis, Kamis (24/7/25).
Berdasarkan data terkini, ribuan kursi kosong di berbagai SD negeri menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
Darlis menilai, kondisi ini harus dilihat sebagai refleksi dari lemahnya transformasi yang dilakukan sekolah negeri dalam menjawab kebutuhan zaman.
Menurutnya, sebagian besar orang tua dari kelas ekonomi menengah ke atas kini lebih memilih sekolah swasta yang dinilai lebih unggul dari sisi layanan pendidikan, kualitas pengajaran, hingga fasilitas penunjang.
“Orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Ketika sekolah swasta menawarkan metode pembelajaran yang lebih inovatif, pendekatan yang personal, dan lingkungan belajar yang kondusif, maka mereka tak ragu beralih,” ujarnya.
Darlis mewanti-wanti bahwa jika tidak ada upaya pembenahan menyeluruh, sekolah negeri bisa kehilangan fungsi utamanya sebagai pilar utama pendidikan dasar nasional.
Ia bahkan menyebut bahwa kemungkinan evaluasi ulang hingga rasionalisasi lembaga oleh Kementerian Pendidikan bukan hal mustahil jika tren ini terus berlanjut.
“Kalau situasinya stagnan, tentu kementerian akan melihat efektivitas unit sekolah. Jangan sampai ini berujung pada pengurangan atau bahkan penutupan sekolah karena dianggap tidak lagi efisien,” jelasnya.
Untuk itu, ia mendesak pemerintah daerah dan pihak sekolah negeri untuk segera bertransformasi. Mulai dari peningkatan kualitas pengajaran, pelatihan guru secara berkelanjutan, pembaruan fasilitas, hingga pembenahan tata kelola sekolah secara transparan dan profesional.
“Sekolah negeri tak cukup hanya mengandalkan nama. Mereka harus hadir sebagai lembaga yang kompetitif, adaptif, dan bisa menjawab ekspektasi orang tua masa kini,” tegas Darlis.
Ia juga menegaskan pentingnya mempertahankan peran negara dalam pendidikan dasar. Jika sekolah negeri terus ditinggalkan, bukan hanya angka partisipasi yang terancam, tetapi juga kendali negara dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Negara harus tetap menjadi pemain utama dalam pendidikan. Jangan sampai semuanya diserahkan ke swasta, karena itu akan berdampak pada akses dan pemerataan. Sekolah negeri harus dibenahi agar tetap menjadi pilihan utama,” pungkasnya.(ADV DPRD KALTIM)
Penulis : NA













