Samarinda — Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Salehuddin mendesak pemerintah daerah segera merancang pembangunan sentra kuliner di jalur Jongkang–Loa Lepu.
Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM setelah jalur alternatif penghubung Tenggarong–Samarinda resmi dibuka permanen.
Menurut Salehuddin, arus kendaraan di jalur tersebut kini meningkat signifikan, membuka peluang strategis untuk menghadirkan pusat kuliner rakyat yang mampu menarik pengunjung sekaligus memberdayakan pelaku usaha lokal.
“Frekuensi kendaraan luar biasa. Warga Loa Lepu melihat potensi besar membangun pusat kuliner yang bisa jadi titik singgah sekaligus peluang UMKM,” ujarnya, Minggu (3/8/25).
Politisi Golkar dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara itu menilai jalur Jongkang–Loa Lepu bukan sekadar memangkas waktu tempuh dari satu jam menjadi 20 menit, tetapi juga membuka akses ekonomi baru bagi desa-desa di sekitarnya.
“Ini bukan cuma soal kuliner, tapi keadilan pembangunan. Ketika akses dibuka, ruang usaha pun terbuka,” tegasnya.
Salehuddin menambahkan, pengembangan sentra kuliner akan memberi dampak ganda, menciptakan lapangan kerja lokal, menghidupkan UMKM, dan menarik wisatawan yang ingin menikmati kuliner khas Kaltim.
Namun, ia mengingatkan perlunya kolaborasi desa, pemda, dan pelaku usaha agar kawasan kuliner dikelola secara berkelanjutan.
Beberapa aspek teknis seperti pengelolaan sampah, penyediaan area parkir, hingga regulasi usaha kuliner perlu dipersiapkan matang.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah menyusun dokumen perencanaan resmi, bahkan jika memungkinkan menetapkannya dalam bentuk peraturan daerah (Perda) yang mengatur zonasi, perizinan pedagang, dan fasilitas dasar.
“Dari lapangan sudah terlihat geliatnya, warga mulai berjualan. Tapi kita butuh rencana konkret agar peluang ini tidak hanya jadi wacana,” tuturnya.
Jika konsep ini direalisasikan dengan serius, Salehuddin optimistis Jongkang–Loa Lepu bisa menjadi ikon wisata kuliner baru di Kaltim dan menjadi model pembangunan ekonomi lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain.(ADV DPRD KALTIM)
Penulis : NAn













