Samarinda – Perjuangan di atas kertas tak akan berarti apa-apa bila tidak berpijak pada kenyataan di lapangan. Prinsip itulah yang selama ini dipegang teguh oleh Anggota DPRD Kalimantan Timur, Baharuddin Demmu. Di tengah tantangan yang dihadapi para nelayan—baik di kawasan pesisir maupun di hulu Sungai Mahakam—Demmu terus memperjuangkan agar suara mereka tidak hanya terdengar, tetapi juga ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata.
Dan pada tahun anggaran 2025, perjuangan itu kembali membuahkan hasil. Melalui APBD Murni Provinsi Kaltim, sebanyak 201 unit bantuan berupa mesin perikanan berhasil direalisasikan untuk 18 kelompok nelayan tangkap di Kabupaten Kukar . Bantuan tersebut terdiri dari mesin ketinting dan mesin diesel, dua alat utama yang sangat dibutuhkan nelayan untuk meningkatkan mobilitas dan efektivitas hasil tangkapan mereka.
Distribusi bantuan ini bukan hanya simbolik. Lokasinya tersebar merata di delapan kecamatan, yaitu Muara Badak, Marangkayu, Samboja, Muara Kaman, Muara Muntai, Sebulu, Sanga-Sanga, dan Tenggarong Seberang. Bahkan hingga ke tingkat desa, bantuan ini telah menjangkau 11 desa yang selama ini menggantungkan hidup pada sektor perikanan: Tanjung Limau, Sebuntal, Kuala Samboja, Muara Kaman Ulu, Sabintulung, Jantur Induk, Jantur Selatan, Pulau Harapan, Sanggulan, Pendingin, dan Embalut.
Berbeda dari politisi yang hanya hadir saat musim kampanye, nama Baharuddin Demmu sudah lama dikenal di kalangan nelayan. Bukan hanya karena jabatannya sebagai legislator, tapi karena konsistensinya untuk turun langsung ke lapangan, mendengar keluhan, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat pesisir maupun kawasan sungai Mahakam.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia telah berulang kali memfasilitasi program bantuan untuk kelompok nelayan. Tak hanya mesin perahu, tapi juga perahu fiber, jaring, alat tangkap modern, hingga dukungan pelatihan dan penguatan kelembagaan nelayan. Pendekatannya bukan sekadar karitatif, tetapi strategis—mengarah pada kemandirian ekonomi.
“Kalau kita tidak bantu mereka dari sekarang, nelayan kita ini akan terus tertinggal. Jangan sampai mereka cuma jadi penonton di rumah sendiri. Kita harus bantu supaya mereka bisa kuat, mandiri, dan hidup lebih sejahtera,” ujar Demmu dalam salah satu kegiatan penyaluran bantuan.
Menjawab Tantangan Riil di Lapangan
Kawasan pesisir dan aliran Sungai Mahakam menyimpan potensi perikanan tangkap yang luar biasa. Namun sayangnya, selama ini potensi tersebut belum bisa dioptimalkan karena keterbatasan alat, teknologi, dan akses terhadap bantuan pemerintah. Banyak nelayan yang masih menggunakan mesin tua dan rawan rusak, yang akhirnya membatasi jarak tangkap serta mengurangi efisiensi kerja.
Dengan hadirnya bantuan mesin ketinting dan diesel, para nelayan kini bisa beroperasi lebih luas dan efisien. Tak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga berdampak langsung terhadap daya saing nelayan kecil dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Baharuddin Demmu meyakini bahwa penguatan sektor perikanan harus dilakukan secara menyeluruh: mulai dari bantuan alat, pelatihan, akses permodalan, hingga keberpihakan kebijakan anggaran. Ia juga mendorong agar pemerintah terus memberikan perhatian nyata terhadap kelompok-kelompok nelayan yang selama ini menjadi ujung tombak pangan laut daerah.
Dari Hulu Hingga Pesisir Suara Nelayan Tak Boleh Terabaikan
Apa yang dilakukan Demmu ini bukan semata urusan politik. Ia melihat nelayan bukan sebagai objek bantuan, melainkan sebagai subjek penting dalam pembangunan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Karena itulah, ia selalu menempatkan sektor perikanan sebagai prioritas dalam agenda perjuangannya di DPRD Kaltim.
“Bagi saya, membela nelayan itu bukan pilihan politik. Itu bagian dari kewajiban moral dan tanggung jawab kita sebagai wakil rakyat,” ujarnya tegas.
Ke depan, Demmu menyatakan akan terus mengawal agar sektor perikanan mendapat porsi anggaran dan perhatian lebih besar. Ia juga berharap agar semakin banyak pihak yang ikut memperkuat ekosistem nelayan—baik dari sisi infrastruktur, pasar, hingga keberlanjutan lingkungan. (Mujahid)













