Samarinda: Sekretaris Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama pihak terkait untuk memperkuat sistem keamanan pasar tradisional. Dorongan ini muncul setelah insiden kebakaran yang dua kali melanda Pasar Segiri dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Menurut Rusdi, sebagian besar pasar tradisional di Samarinda sudah berusia tua dan membutuhkan pembaruan. Tidak hanya dari sisi bangunan, tetapi juga tata letak dan infrastruktur pendukung. Ia mencontohkan konsep Pasar Pagi yang dinilai lebih modern dan aman sebagai model penataan yang bisa diterapkan di pasar lain.
“Kita berharap pasar-pasar yang ada di Kota Samarinda itu direlokasi semua seperti Pasar Pagi. Jadi diperbarui, ditata kembali, termasuk sistem keamanannya harus dikedepankan. Masalah sanitasi juga perlu menjadi perhatian,” ujarnya (15/8/2025).
Rusdi menekankan bahwa rencana relokasi maupun revitalisasi pasar tidak boleh mengabaikan kepentingan pedagang. Menurutnya, pedagang harus tetap mendapatkan tempat berjualan yang layak selama proses penataan berlangsung.
Apalagi, Pemkot Samarinda telah berencana melakukan rehabilitasi total terhadap Pasar Segiri. Untuk itu, Rusdi mendorong agar proses relokasi dilakukan secara bertahap, dengan memastikan pedagang dapat kembali ke lokasi setelah revitalisasi rampung.
Ia menilai, langkah relokasi dan penataan ulang pasar tradisional akan membantu meminimalisir potensi kebakaran, memperbaiki sistem sanitasi, sekaligus meningkatkan kenyamanan baik bagi pedagang maupun pembeli.
“Harapannya, dengan penataan dan peningkatan keamanan, Kota Samarinda memiliki pasar-pasar yang lebih aman, bersih, dan layak. Ini juga akan memberikan citra positif bagi kota,” pungkasnya.













