Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sektor olahraga dan pariwisata agar daya saing kota semakin kuat.
Hal ini ia sampaikan setelah melihat capaian positif Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) dalam membina atlet lokal sekaligus menjaga keberlanjutan agenda wisata tahunan.
Menurut Latisi, pembinaan atlet asal Samarinda kini mulai menunjukkan hasil nyata. Putra-putri daerah sudah tampil di berbagai ajang kejuaraan, baik tingkat provinsi maupun nasional, tanpa lagi bergantung pada atlet dari luar daerah.
“Sekarang atlet kita sudah asli warga Samarinda,” tegasnya.
Di sektor pariwisata, ia menilai keberhasilan Festival Mahakam dan Festival Kampung Ketupat sebagai bentuk upaya menjaga identitas budaya sekaligus meningkatkan daya tarik wisata kota.
Namun, ia mengingatkan bahwa pengelolaan wisata tidak boleh mengabaikan kenyamanan pengunjung.
Salah satu persoalan yang disorot Latisi adalah standar harga kuliner di kawasan wisata yang kerap dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, harga yang tidak seragam berpotensi membuat pengunjung enggan kembali.
“Penataan dan pengawasan harga penting agar wisatawan merasa nyaman dan mau merekomendasikan Samarinda sebagai destinasi ramah,” ujarnya.
Ia berharap ke depan Disporapar tidak hanya konsisten menjalankan program rutin, tetapi juga memperkuat aspek pelayanan serta penataan kawasan wisata. Dengan begitu, Samarinda dapat tampil sebagai kota yang ramah wisata sekaligus berhasil melahirkan atlet berprestasi dari kalangan lokal. (adv)













