Samarinda — Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, meminta semua pihak menghentikan perdebatan publik dan mobilisasi massa terkait kasus dugaan doxing serta isu bernuansa SARA yang tengah ramai di Kalimantan Timur.
Ia menegaskan, seluruh persoalan tersebut kini telah ditangani oleh pihak berwenang.
“Saya minta, tolong sudahi. Sudahi perdebatan soal doxing dan segala macam itu. Itu sudah diserahkan ke Polda,” ujar Abdul Rohim.
Ia menjelaskan, perkara ucapan yang diduga mengandung unsur SARA juga telah dilimpahkan ke Badan Kehormatan (BK) untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
“Urusan ucapan yang bernuansa SARA juga sudah disampaikan ke BK. Jadi serahkan saja semuanya kepada mekanisme hukum yang berjalan,” tambahnya.
Rohim menilai mobilisasi massa dan dukungan dari dua kubu hanya akan memperkeruh suasana sosial di Kalimantan Timur. Padahal, menurutnya, isu tersebut seharusnya tidak perlu diperbesar sehingga mengganggu stabilitas daerah.
“Yang bikin kita sedih itu, kemudian ada semacam mobilisasi-mobilisasi dari kedua pihak sehingga suasana kita di Kaltim ini jadi tidak kondusif untuk urusan yang sebenarnya, tanda kutip, tidak terlalu penting,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghentikan “perang opini” di media sosial dan kembali fokus pada persoalan yang lebih penting bagi kepentingan publik.
“Sudahi juga kegiatan mobilisasi dan perang di media sosial itu. Lebih baik semua energi yang kita miliki sekarang difokuskan ke hal yang lebih penting,” tandasnya. (adv)













