Samarinda — DPRD Kota Samarinda memberikan perhatian serius terhadap keamanan jajanan anak sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi siswa layak, halal, dan bebas dari bahan berbahaya yang dapat mengancam kesehatan.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Harminsyah, menegaskan bahwa pengawasan akan diperketat mengingat makanan sehat memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan anak dan mencegah penyakit seperti obesitas, diabetes, serta gangguan pencernaan.
“Selama ini kami melihat sendiri di media sosial dan pemberitaan, kasus seperti gangguan ginjal atau penyakit lain meningkat di beberapa daerah,” ujar Harminsyah.
Pengawasan ini mulai diperkuat melalui rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Ruang Rapat Gabungan DPRD Samarinda.
Dalam pertemuan itu, DPRD meminta paparan dari Dinkes mengenai data kasus kesehatan yang berkaitan langsung dengan jajanan sekolah.
Sayangnya, Dinkes belum memiliki data lengkap, namun berjanji akan menyiapkannya untuk pembahasan selanjutnya. DPRD juga akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) secara rutin ke kantin sekolah.
“DPRD siap turun langsung, bukan hanya memastikan kehalalan, tetapi juga memastikan jajanan benar-benar aman dan sehat untuk anak-anak,” tegas Harminsyah.
Ia menambahkan, upaya ini bukan sekadar pengawasan, tetapi bentuk perlindungan terhadap generasi penerus.
“Mereka perlu tidak hanya diedukasi, tapi juga dimonitor secara ketat agar tetap sehat dan aman dari jajanan berbahaya,” pungkasnya. (adv)













