Samarinda — Kantin sekolah di Kota Tepian dinilai masih jauh dari standar kesehatan. Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, mengungkapkan masih banyak pedagang jajanan di lingkungan sekolah yang menjual makanan tidak layak konsumsi.
“Persoalan di kantin itu bukan hanya soal jajanan yang halal, tapi kita juga harus perhatikan kesehatannya. Dari hasil pantauan kami di lapangan, masih banyak kantin yang menjual makanan tidak layak konsumsi,” ujarnya (5/10/2025).
Ironisnya, hingga kini pemerintah kota belum memiliki data pasti terkait jumlah pedagang jajanan yang tidak memenuhi standar kesehatan, termasuk data penyakit yang ditimbulkan akibat konsumsi jajanan berbahaya. Padahal, data tersebut penting sebagai dasar intervensi kebijakan dan langkah pencegahan.
“Kalau terus dibiarkan, bisa berbahaya bagi anak-anak,” sambung Politikus PDIP ini.
Anhar juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap peredaran produk kadaluwarsa. Ia mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda bersama instansi terkait untuk melakukan pemantauan rutin ke sekolah-sekolah dan pasar.
Selain pengawasan, pemerintah daerah diminta aktif mengedukasi masyarakat melalui sosialisasi dan pemanfaatan media sosial untuk menjangkau kalangan yang lebih luas.
Ia juga mendorong kolaborasi lintas lembaga, seperti Dinkes, BPOM, dan MUI, agar keamanan pangan di lingkungan sekolah benar-benar terjamin.
“Kita berharap anak-anak kita dapat menuntut ilmu dengan fisik yang sehat, apalagi mereka ini adalah penerus kita di masa mendatang,” pungkasnya. (adv)













