SANGATTA – Belum lama ini, Desa Swarga Bara dikunjungi sejumlah tokoh penting daerah. Di antaranya adalah Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim) Jimmi, Dandim 0909/KTM, Kajari Kutim, Kepala Pengadilan Agama Kutim, dan jajaran Forkopimda lainnya. Hadir juga Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Sangatta Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro, serta Superintendent Conservation and Agribusiness Development (CAD) PT Kaltim Prima Coal (KPC) Nugroho Dewanto.
Kehadiran para tokoh ini tak lain adalah untuk menyaksikan secara langsung panen ikan nila dan penebaran 13 ribu benih lele dan nila di kolam keramba bekas tambang yang kini bernama Telaga Biru. Kelompok tani dan masyarakat juga turut menyaksikan dan belajar langsung bagaimana sebuah lahan pascatambang dapat bertransformasi menjadi kolam produktif.
Proyek kolaboratif antara Lanal Sangatta dan KPC itu telah membuktikan bahwa tanah bekas tambang bukanlah akhir dari cerita, melainkan awal dari bab baru kehidupan. Nugroho pun menyampaikan bahwa KPC tidak hanya berhenti pada reklamasi teknis, tetapi juga membuka ruang hidup baru melalui konsep ekonomi hijau.
“Penebaran benih ikan ini adalah bukti bahwa bekas tambang bisa menjadi sentra agribisnis perikanan yang produktif. Kami berkomitmen mendukung pengelolaan yang inklusif, menyentuh masyarakat sekitar secara langsung,” ujar Nugroho.
Sementara itu, Fajar menekankan bahwa inisiatif ini adalah bentuk kontribusi nyata TNI AL dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. “Ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. Dengan mengolah kembali lahan yang dulu dieksploitasi, kini kita memberi kembali kepada alam dan masyarakat,” ucap Fajar. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













