MUARA ANCALONG – Sejumlah persoalan infrastruktur di wilayah Muara Bengkal disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Kutim Mahyunadi. Rapat yang digelar di Kantor Kecamatan Muara Ancalong ini, dihadiri Camat Muara Bengkal Norhadi dan para kepala desa, serta perwakilan dari tiga perusahaan sekitar.
Dalam rapat tersebut, Norhadi menyampaikan soal masih minimnya infrastruktur dasar di Desa Senambah. Ia khususnya menyoroti ketiadaan aliran listrik dan air bersih dari PDAM, serta kondisi jalan desa yang rusak berat dan mendesak untuk segera diperbaiki.
Kepala Desa Senambah Ahmad Lamo mengungkapkan, bahwa pihak desa telah mencoba berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah sekitar. Namun, pelaksanaan perbaikan jalan terkendala cuaca ekstrem dan musim hujan yang mempersulit pengerjaan di lapangan.
Perwakilan Desa Ngayau menambahkan, bahwa meskipun proyek perbaikan sempat dimulai, kegiatan tersebut terhenti di tengah jalan tanpa ada kejelasan lanjutan. Hal ini menambah kekhawatiran masyarakat yang selama ini bergantung pada akses jalan tersebut untuk mobilitas dan distribusi hasil pertanian.
Sebagai solusi konkrit, Mahyunadi menetapkan pembagian dukungan untuk perbaikan jalan untuk tiga perusahaan yang hadir dalam rapat tersebut, yaitu PT Nala, PT Telen dan PT Sinar Mas.
“PT Nala akan menurunkan satu unit truk dan satu alat berat, PT Telen akan menurunkan satu unit truk dan satu alat berat untuk lokasi Kowari, dan PT Sinar Mas akan menyumbang tiga unit truk,” tegas Sang Wabup.
Selanjutnya, sesuai rencana, pihak kecamatan akan membentuk tim percepatan perbaikan jalan yang akan bekerja fleksibel mengikuti perkembangan cuaca. Rapat ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh pihak, untuk mempercepat perbaikan jalan demi kelancaran akses masyarakat dan peningkatan kesejahteraan di wilayah yang terdampak. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













