JAKARTA — Tahun ini, Sampoerna University membuka program beasiswa untuk mahasiswa daerah. Skema yang ditawarkan mengusung konsep subsidi silang. Sebuah strategi inklusif yang membuka ruang beasiswa penuh bagi pelajar asal daerah, selama ada kuota mahasiswa berbayar yang terpenuhi.
“Modelnya sangat menarik, satu mahasiswa berbayar dapat bonus satu mahasiswa gratis. Jika lima yang masuk, lima lainnya bisa mendapatkan beasiswa penuh,” ujar Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi, seusai mendengar paparan program beasiswa dari pihak universitas. Menurutnya, model ini bukan hanya solutif, tapi juga berorientasi pada keadilan sosial pendidikan.
Meski mengapresiasi program yang ditawarkan, Mahyunadi menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap selektif dan tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan strategis. Untuk itulah, Mahyunadi kemudian menerima undangan Sampoerna University di Jakarta, untuk mendalami peluang kerja sama strategis di sektor pendidikan tinggi ini.
“Saya datang langsung karena tidak ingin beli kucing dalam karung. Kami ingin pastikan kampus ini betul-betul berkualitas dari sisi akreditasi dan fasilitas,” jelas Mahyunadi, yang melakukan peninjauan ke sejumlah fasilitas penting di kampus swasta ini, seperti ruang kelas dan laboratorium.
Dari hasil kunjungan itu, Mahyunadi menyatakan bahwa Sampoerna University memiliki potensi besar sebagai mitra pendidikan jangka panjang bagi Kutim. “Pandangan pertama kami terhadap universitas ini cukup positif. Tidak hanya menjanjikan, tapi juga memberikan bukti nyata melalui kualitas fasilitas dan programnya,” lanjutnya.
Namun demikian, ia menegaskan kerja sama baru akan dibahas lebih lanjut dengan mempertimbangkan tiga pilar penting. Tidak melanggar regulasi, sesuai kemampuan fiskal daerah, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Kutim.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim Mulyono, yang hadir mendampingi Mahyunadi, menambahkan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil kunjungan ini dengan tim lintas sektor. Mulai dari bagian kerja sama, bagian hukum, hingga kesejahteraan rakyat.
“Semoga kerja sama ini bisa diwujudkan demi kebaikan bersama, khususnya masyarakat Kutim,” harap Mulyono. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













