
SANGATTA – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman, mengingatkan bahwa peningkatan signifikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membawa konsekuensi berupa tantangan pengelolaan yang kompleks.
Faizal memaparkan evolusi nilai APBD Kutim dari masa ke masa, menunjukkan perkembangan dari angka yang relatif rendah hingga mencapai triliunan rupiah.
“Jadi kita ini kan pernah mengalami APBD yang tidak besar juga ya, APBD Kutim di awal-awal berdirinya Kutim itu kan angka anggarannya kan satu koma sembilan triliun, dua koma sembilan triliun dan di tahun 2019 juga kan APBD kita tiga koma sembilan triliun,” ujar Faizal.
Menurut Faizal, perkembangan APBD dari kisaran satu triliun hingga menembus tiga triliun pada periode awal menunjukkan tren pertumbuhan yang wajar. Namun, yang menjadi perhatian adalah fenomena lonjakan yang terjadi secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Ternyata APBD yang disampaikan tadi, mulai dari satu triliun, dua triliun dan juga tiga triliun, nah kita pernah maksimal sampai 2024 dan sampai empat belas triliun,” tambah Faizal untuk memperkuat data yang disampaikannya.
Faizal menegaskan bahwa besarnya nominal anggaran yang harus dikelola pemerintah daerah saat ini menjadi tantangan berat. Kemampuan menyerap anggaran secara optimal, efisien, dan tepat sasaran membutuhkan perencanaan strategis yang matang, kapasitas kelembagaan yang mumpuni, serta mekanisme pengawasan yang ketat.
“Itu tantangan kita yah,” pungkas Faizal dengan serius.
Pernyataan anggota dewan ini mengisyaratkan pentingnya penguatan sistem pengelolaan keuangan daerah secara komprehensif. Tujuannya untuk memastikan setiap rupiah dari APBD dapat dimanfaatkan secara optimal dan bertanggung jawab untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur. (ADV)













