
SANGATTA – Isu penyerapan tenaga kerja lokal di perusahaan tambang batu bara kembali mencuat di Kutai Timur (Kutim). Anggota DPRD Kutim dari Komisi D, H. Shabaruddin S.Ag, mengungkapkan bahwa ketimpangan penyerapan tenaga kerja ini telah memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Politisi tersebut menyatakan bahwa masalah ini telah dibawa dalam hearing (dengar pendapat) yang melibatkan pihak perusahaan dan perwakilan warga. Ia mengungkapkan, warga dari daerah sekitar area operasi perusahaan, seperti Kecamatan Teluk Pandan, merasa dirugikan karena minimnya penyerapan tenaga kerja dari wilayah mereka.
“Itu kemarin juga pembahasan kita dalam hearing itu, Alhamdulillah dengan ada tuntutan dari warga teluk pandan khususnya, yang mana mereka merasa ada kecemburuan sosial. Karena Indominco, wilayah sekitar kutai timur, tapi lebih banyak menyerap dan tenaga kerja dari Bontang,” jelas H. Shabaruddin S.Ag.
Lebih lanjut, Shabaruddin mengapresiasi proses mediasi yang telah dilakukan. Menurutnya, dialog konstruktif antara masyarakat dan PT Indominco telah membuahkan hasil positif dan solusi nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Kemarin sudah dimediasi, Alhamdulillah sudah ada solusinya,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa perusahaan yang beroperasi di suatu wilayah memiliki tanggung jawab moral untuk memprioritaskan warga di sekitarnya. Daerah-daerah penyangga seperti Teluk Pandan dan Martadinata seharusnya menjadi sumber utama tenaga kerja, mengingat kedekatan geografis dan dampak operasional yang mereka terima.
“Mestinya mereka siap menampung warga sekitar seperti teluk pandan, Martadinata, dll khususnya ya, sebagai penyangga tenaga kerja lokal yang dekat dengan area PT. Indominco,” tegas Shabaruddin.
Ke depan, dewan akan terus mengawal komitmen ini untuk memastikan terciptanya keadilan dan keseimbangan dalam penyerapan tenaga kerja di sektor pertambangan Kutim. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal yang tinggal di sekitar wilayah operasi pertambangan, sekaligus menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan komunitas sekitar. (ADV)













