SANGATTA – Perusahaan Umum Daerah (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim semakin menegaskan eksistensi produk lokalnya, SangattAqua, di pasaran. Produk ini tidak hanya berperan memenuhi kebutuhan hidrasi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam menumbuhkan ekonomi lokal dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Suparjan, Direktur Utama Perumdam TTB, menuturkan kapasitas produksi SangattAqua sebagai kekuatan utama operasional. “Mesin kami bisa memproduksi 80 dus per jam untuk botol 330 ml. Dengan delapan jam operasional, total produksi mencapai 640 dus atau setara 211.000 mililiter setiap hari,” jelas Suparjan saat meninjau pabrik di IPA Kabo, Sangatta Utara.
Ke depan, inovasi produk terus digalakkan. Rencana peluncuran kemasan galon ditujukan untuk menjangkau segmen rumah tangga dan perkantoran. Strategi ini diharapkan memperluas pasar sekaligus membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menekankan bahwa kontribusi SangattAqua terhadap PAD bersifat jangka panjang. “Perhitungan kontribusi dilakukan per tahun. Fokus saat ini adalah konsolidasi produksi dan ekspansi pasar. BUMD kita mampu melayani kebutuhan dasar masyarakat sekaligus membuka potensi sumber pendapatan baru,” ujarnya.
Dengan distribusi yang meluas di ritel modern, toko kelontong, dan kantin instansi pemerintah, SangattAqua memperlihatkan dukungan nyata terhadap produk lokal. Kapasitas produksi yang stabil, strategi pemasaran yang agresif, dan dukungan pemerintah menjadikan AMDK ini simbol upaya Kutim membangun kedaulatan ekonomi secara berkelanjutan.
Keberadaan SangattAqua di pasar bukan sekadar menghadirkan produk minuman, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi BUMD dan pemerintah daerah dalam menumbuhkan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat potensi Pendapatan Asli Daerah. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













