SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmennya terhadap pendidikan inklusif melalui pembukaan pendaftaran Beasiswa Kutim 2025. Program ini memberikan peluang luas bagi pelajar dan mahasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi dengan dukungan penuh pemerintah daerah.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Poniso Suryo Renggono, menyatakan bahwa beasiswa ini merupakan salah satu cara Pemkab menyeimbangkan kesempatan belajar bagi seluruh masyarakat Kutim. Digitalisasi pendaftaran juga diterapkan agar proses lebih efisien, mudah diakses, dan transparan.
“Visi kami jelas, mewujudkan Generasi Kutim Hebat melalui beasiswa dan semangat belajar. Semua anak Kutim berhak mendapatkan pendidikan tanpa terkendala biaya,” tegas Poniso.
Plt Kepala Bagian Kesra, Nurkholis, memaparkan, Beasiswa Kutim 2025 dibagi dalam dua kategori utama. Beasiswa Tuntas diberikan hingga semester VIII dengan syarat IPK minimal 3.00. Sementara Beasiswa Stimulan, yang bersifat tahunan, diberikan dengan IPK minimal 2.75, meliputi subkategori bagi siswa kurang mampu, anak cucu veteran, hafiz Al-Qur’an, serta dukungan untuk skripsi, tesis, dan studi ke luar negeri.
Selain itu, Pemkab juga menyiapkan beasiswa kerja sama strategis di bidang pendidikan, kesehatan, pertanahan, dan kedokteran. Salah satu contohnya adalah beasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, yang mewajibkan penerima mengabdi di rumah sakit-rumah sakit Kutim setelah lulus.
Tingkat partisipasi masyarakat terhadap program ini meningkat setiap tahun. Hingga 2024, ribuan pelajar dan mahasiswa telah menerima manfaat Beasiswa Kutim, menjadikannya salah satu program unggulan dari 15 prioritas Pemkab Kutim.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan, pendidikan adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia daerah. Dengan beasiswa ini, Pemkab Kutim berharap dapat membentuk generasi berkualitas, siap bersaing, dan mendorong kemajuan Kutim di masa depan. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













