SANGATTA – Kutai Timur tengah memperkuat pondasi pembangunan daerah melalui integrasi data desa. Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dari Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan perencanaan pembangunan tahun 2026.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa Desa Cantik menjadi mitra strategis bagi program unggulan Pemkab, Desa Presisi. Keduanya menekankan pentingnya data yang valid sebagai dasar kebijakan pembangunan di desa. “Data yang akurat dan mutakhir sangat penting agar arah pembangunan tidak meleset. Sinergi kedua program ini memperkuat fondasi pembangunan Kutim dari tingkat desa,” ujar Ardiansyah.
Menurut Kepala BPS Kutim, Widiyantono, sebagian besar desa masih menghadapi kendala dalam mengelola data statistik. Padahal, data ini penting untuk merancang program pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. Desa Cantik hadir untuk mendampingi desa agar mampu mengelola data secara mandiri dan terstruktur, sehingga kebijakan pemerintah berbasis bukti nyata.
Program ini akan dijalankan dengan kolaborasi lintas instansi, seperti BPS, Diskominfo, dan Bappeda Kutim. Integrasi ini bertujuan mempercepat penguatan tata kelola data desa, sekaligus menjadi dasar perencanaan pembangunan yang akurat dan strategis.
Implementasi Desa Cantik juga sejalan dengan strategi nasional pembangunan desa, khususnya Asta Cita Presiden RI, yang menekankan pembangunan Indonesia dari pinggiran. Audiensi awal BPS dengan Bupati Kutim pada Oktober menandai langkah kolaboratif untuk memastikan semua desa mampu mengelola data secara efektif. Bupati Ardiansyah menekankan bahwa Desa Cantik dan Desa Presisi akan memperkuat arah pembangunan Kutim. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













