SANGATTA — Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, menandai dimulainya penyusunan Masterplan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan ini menghadirkan wakil Bupati Mahyunadi, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, serta perwakilan PLN, Telkom, Telkomsel, dan Indosat. FGD menjadi tonggak penting dalam perencanaan digital yang visioner, sekaligus menunjukkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri telekomunikasi.
Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Diskominfo Staper bekerja sama dengan tim dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) untuk menyusun masterplan ini. Tujuannya adalah mengintegrasikan potensi akademik dengan kebutuhan praktis pemerintahan, sehingga arah pembangunan infrastruktur digital di Kutim dapat berjalan terpadu, efisien, dan berkelanjutan.
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar, menjelaskan bahwa masterplan ini akan menjadi dasar bagi 50 program prioritas daerah. Dokumen ini berperan sebagai alat kendali kebijakan, memastikan setiap belanja dan program TIK memiliki arah jelas, ukuran keberhasilan, dan dampak nyata bagi masyarakat. “Kami ingin mengubah pola kerja dari berbasis proyek menjadi berbasis sistem dan hasil agar evaluasi pembangunan digital bisa objektif dan berkelanjutan,” ujar Ronny.
Wakil Bupati Mahyunadi menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat strategis untuk memastikan pembangunan digital Kutim selaras dengan visi daerah dan kebutuhan masyarakat. Masterplan ini diharapkan menjadi panduan kebijakan berbasis data, mendukung tercapainya Kutim Hebat, Desa Hebat, Kota Hebat, serta mempercepat pemerataan digitalisasi hingga ke pelosok desa.
Ruang lingkup masterplan mencakup pembangunan jaringan infrastruktur, penguatan sistem data dan keamanan informasi, hingga tata kelola layanan publik digital yang terintegrasi. Dengan dukungan FMIPA UNY dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Kutim diharapkan mampu mempercepat transformasi menuju pemerintahan berbasis digital yang efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













