SANGATTA – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutai Timur saat puluhan guru Al-Qur’an dari SDIT 1, SDIT 2, dan SMPIT Darusalam berkumpul untuk mengikuti Pelatihan Metode Ummi. Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi para pendidik untuk memperkuat kemampuan mengajar Al-Qur’an secara tartil, di tengah tantangan zaman yang kian dipengaruhi digitalisasi.
Metode Ummi yang ditekankan dalam pelatihan ini bukan hanya mengajarkan tartil, tetapi juga membentuk sikap ikhlas dan keteladanan spiritual guru. Dalam konteks pendidikan Kutim, upaya ini merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.
Pelatihan yang diikuti 61 guru ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Darusalam Quran Center (DQC) dalam membina generasi Qurani melalui pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Empat narasumber hadir memberikan materi, termasuk Ustaz H. Ahmad Syahrani dari UMMI Kutim serta dua pemateri dari Bontang, Ustazah Quni Mualimin dan Ustazah Karsih. Mereka mengajarkan teknik membaca yang benar, metode pengajaran yang memotivasi, serta pembentukan karakter spiritual guru.
Koordinator DQC, Ustaz Gatot Suwoko, menegaskan bahwa ilmu harus diamalkan agar dapat memberi manfaat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kutim, khususnya Bupati H. Ardiansyah Sulaiman, atas dukungan terhadap peningkatan kualitas guru Al-Qur’an.
Perwakilan Pimpinan Ummi Daerah, Ustaz Hadiyatulloh, memuji konsistensi Yayasan Darusalam yang menjadi pelopor metode Ummi di Kutim dan mengajak guru-guru untuk terus menguatkan akhlak dalam proses mengajar.
Bupati Ardiansyah yang hadir menutup kegiatan tersebut menegaskan bahwa Pemkab Kutim sejak 2023 telah memperkuat kurikulum pendidikan agama, termasuk pembelajaran Al-Qur’an. Ia berharap para guru terus mengembangkan kemampuan, memperdalam metodologi, dan menjadikan kegiatan mengajar sebagai bentuk pengabdian. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













