Samarinda — Rencana pengembangan tahap II RSUD Aji Muhammad Salehuddin (AMS) II atau RS Korpri di Samarinda mendapat sorotan serius dari DPRD Kalimantan Timur. Setelah melakukan kunjungan lapangan, Komisi IV bersama Komisi III menilai rumah sakit tersebut belum siap untuk diperluas karena masih menghadapi banyak keterbatasan fasilitas dan layanan dasar.
Hal itu terungkap dalam rapat kerja gabungan yang digelar di Gedung E DPRD Kaltim. Dalam forum tersebut, mayoritas anggota dewan sepakat bahwa pembenahan sarana, prasarana, serta peralatan medis yang sudah ada harus menjadi prioritas, dibandingkan melanjutkan pembangunan fisik tahap berikutnya.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H Baba, mengatakan kondisi gedung dan fasilitas penunjang di RSUD AMS II belum sepenuhnya layak untuk mendukung pelayanan optimal.
Karena itu, pihaknya mengusulkan agar anggaran pembangunan tahap II sebesar Rp98 miliar yang direncanakan dalam APBD 2026 dialihkan sementara untuk rehabilitasi bangunan serta pengadaan alat kesehatan.
“Kami melihat masih banyak yang perlu dibenahi. Jadi pengembangan tahap dua sebaiknya ditunda sampai fasilitas yang ada benar-benar siap,” kata Baba.
Ia menambahkan, pengalihan anggaran tersebut akan diusulkan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dengan fokus pada perbaikan gedung, pemenuhan sarana pendukung, serta kelengkapan alat medis. Selain itu, seluruh perizinan pengembangan rumah sakit juga diminta untuk diselesaikan lebih dahulu.
Dari sisi layanan, kapasitas RSUD AMS II saat ini masih jauh dari rencana awal. Rumah sakit yang ditargetkan memiliki 50 tempat tidur itu baru mengoperasikan sekitar 13 bed. Kondisi ini dinilai belum sebanding dengan kebutuhan layanan kesehatan di Samarinda dan sekitarnya.
Menurut Baba, optimalisasi fasilitas juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan jumlah sumber daya manusia.
“Kalau fasilitas kita maksimalkan, tentu tenaga medisnya juga harus diperkuat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa usulan pengalihan anggaran tersebut belum bersifat final dan masih akan dibahas dalam rapat lanjutan. Namun, DPRD berharap langkah ini dapat mempercepat terwujudnya RSUD AMS II sebagai rumah sakit yang benar-benar siap melayani masyarakat, bukan sekadar proyek pembangunan semata. (Mujahid)













