Samarinda — Kota Samarinda menorehkan babak baru dalam penataan ruang publik perkotaan. Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perhubungan menggelar Car Free Night (CFN) di kawasan Jalan Kusuma Bangsa sebuah gebrakan yang memadukan semangat efisiensi energi, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan penyediaan ruang sosial bagi warga di malam akhir pekan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa kebijakan CFN bukan lahir dari inisiatif lokal semata.
Program ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi bersama kementerian pada 28 Maret 2026, yang kemudian diperkuat melalui surat edaran Menteri Dalam Negeri kepada seluruh pemerintah daerah.
“Upaya efisiensi bahan bakar dilakukan dengan mengurangi mobilitas kendaraan bermotor, khususnya kendaraan yang menggunakan BBM bersubsidi. Oleh karena itu, arus lalu lintas di Jalan Kusuma Bangsa pada malam hari akan ditutup dan dialihkan ke jalur lain,” terang Manalu.
Antusiasme masyarakat terhadap program perdana ini terbilang luar biasa. Tercatat sekitar 270 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi. Mengingat jumlahnya yang cukup besar, penempatan lapak usaha akan diatur secara bergiliran demi memastikan setiap pelaku usaha mendapat kesempatan yang adil dan merata.
Kegiatan CFN dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WITA. Warga dianjurkan hadir menggunakan sepeda sebagai wujud dukungan nyata terhadap semangat pengurangan emisi kendaraan.
Bagi yang masih menggunakan kendaraan bermotor, Dishub telah menyiapkan kantong parkir resmi di sekitar pusat perbelanjaan terdekat serta kawasan GOR Segiri. Parkir liar di jalan-jalan akses menuju lokasi, termasuk Jalan Harmonika, dilarang keras untuk mencegah kemacetan sekaligus menghindari potensi pungutan tidak resmi.
Tak berhenti di situ, Pemerintah Kota Samarinda juga berencana memperluas jangkauan program Car Free Day (CFD) ke dua titik baru, yakni Jalan Citra Niaga dan Jalan Anggi atau Jalan Fahruddin. Berbeda dengan CFN yang kental nuansa ekonomi dan hiburan, kedua lokasi CFD tersebut akan difokuskan pada kegiatan olahraga dan pemeliharaan kebersihan lingkungan tanpa melibatkan aktivitas perdagangan.
Melalui dua program ini, pemerintah menaruh harapan besar agar Samarinda memiliki identitas baru sebagai kota yang ramah lingkungan, hidup, dan berdenyut di malam hari.
“Kami berharap program ini dapat berkembang menjadi salah satu ikon Kota Samarinda serta mendukung kebijakan efisiensi energi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” pungkas Manalu.(adv/nr)













