Samarinda — Kota Samarinda kembali menorehkan tonggak baru dalam peta investasi Kalimantan Timur. PT Kartika Samudra Adijaya (KSA) Realty Indonesia resmi memulai pembangunan hotel bintang 4 bertajuk Courtyard by Marriott di Jalan KH Samanhudi, menandai masuknya jaringan perhotelan internasional bergengsi ke jantung ibu kota provinsi Kaltim.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan momen ini bukan sekadar seremonial pembangunan gedung melainkan sinyal kuat bahwa kepercayaan investor terhadap Samarinda terus menguat.
“Ini bukan sekadar pembangunan, tetapi simbol kepercayaan investor. Artinya Samarinda dinilai layak dan aman untuk kegiatan usaha,” ujar Andi Harun, saat hadir langsung dalam prosesi peletakan batu pertama pada Senin, (20/4/26).
Kepercayaan itu, tegasnya, harus dijaga oleh semua pihak. Pemerintah kota bersama aparat keamanan berkomitmen memastikan seluruh kegiatan investasi, baik dari sektor pemerintah maupun swasta, berlangsung tanpa gangguan.
“Semua investasi, baik pemerintah maupun swasta, harus dijaga. Tidak boleh ada yang mengganggu,” tegasnya.
Lebih dari sekadar bangunan megah, kehadiran hotel ini dipandang membawa efek berganda bagi perekonomian masyarakat sekitar. Sejak tahap konstruksi, proyek ini telah mulai menyerap tenaga kerja lokal dan angka tersebut diprediksi terus bertambah signifikan saat hotel mulai beroperasi.
Andi Harun secara khusus menekankan agar investor memprioritaskan warga lokal dalam rekrutmen tenaga kerja.
“Pasti akan membuka lapangan kerja, termasuk bagi warga lokal saat operasional nanti,” katanya.
Dampak ekonomi pun diyakini tidak berhenti di sektor perhotelan semata. Keberadaan Courtyard by Marriott diproyeksikan turut mendorong geliat sektor UMKM, transportasi, dan usaha kuliner di kawasan sekitar lokasi pembangunan.
Andi Harun juga menyoroti posisi strategis Samarinda dalam peta pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bersama Balikpapan, Samarinda dinilai akan memainkan peran krusial sebagai simpul konektivitas kawasan, yang pada gilirannya membuka peluang investasi di sektor properti dan perhotelan semakin lebar.
“Ke depan, Samarinda memiliki peran strategis dalam pengembangan kawasan IKN. Ini peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Di tengah optimisme itu, Andi Harun mengingatkan satu hal yang tak boleh diabaikan kondusivitas sosial. Stabilitas dan kerukunan masyarakat, menurutnya, adalah fondasi utama yang menentukan apakah iklim investasi di Samarinda akan terus tumbuh atau justru surut.
“Daerah ini harus tetap aman dan kondusif. Itu kunci agar investasi terus masuk dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(adv/nr)













